Pendidikan & Kesehatan

Kasus Covid-19 di Gresik Meroket Termasuk Pulau Bawean

Foto (Istimewa)

Gresik (beritajatim.com) – Kasus Covid-19 di Kabupaten Gresik terus meroket. Tidak hanya di wilayah daratan, wilayah kepulauan dalam hal ini Pulau Bawean juga mengalami hal yang sama. Bahkan, RSUD Umar Mas’ud mulai menambah kapasitas tempat tidur bagi pasien yang terpapar positif.

Sejak Senin (21/6) kemarin, di Pulau Bawean sudah ada dua pasien covid meninggal dunia. Yakni dari Desa Diponggi dan Kepuhteluk, Kecamatan Tambak.

Direktur RSUD Umar Mas’ud dr Tony S Hartanto menuturkan, awalnya rumah sakit hanya menyediakan dua bed saja untuk pasien covid, namun karena naik, kini ada enam bed untuk pasien isolasi. “Di tempat kami hanya ada dua, kalau yang isolasi mandiri belum tahu,” tuturnya, Rabu (23/06/2021).

Ia menjelaskan adapun data pasien positif Covid-19 di Kecamatan Tambak tercatat ada lima orang yang sudah menjalani isolasi mandiri. Sedangkan di Kecamatan Sangkapura ada 15 orang yang terpapar dengan isolasi ketat di Desa masing-masing.

Imbas lonjakan yang konfirmasi positif Covid-19 beberapa hari terakhir juga menjadi keprihatinan para tenaga medis. Pasalnya, setahun lebih covid berlangsung namun kepatuhan terhadap protokol kesehatan (Prokes).masih rendah.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Gresik Dr. dr. Lestari Sudaryanyi, M.Kes mengatakan, tidak hanya bed occupancy ratio (BOR) saja yang menipis, kondisi dokter juga dalam kondisi kewalahan. Terutama dokter di puskesmas karena beban bertumpuk.

Ia menambahkan, selama covid-19, dokter selain melakukan penanganan juga masih ada kewajiban untuk melakukan imunisasi. Menurutnya, tugas itu bisa dikurangi apabila lintas sektor bahu membahu mencegah penularan covid-19 melalui penegakan prokes.

“Seharusnya secara berkala disemua masjid, pasar, tempat keramaian, wisata, lampu merah, masyarakat terus menerus diingatkan untuk taat prokes maka mungkin kita bisa tekan angka penularan. Ini salah satu upaya membantu para tenaga medis yang fokus menangani pasien hingga sekarang,” ungkapnya.

IDI Gresik lanjut dia, juga terus memantau perkembangan BOR di rumah sakit. Sebab, hal ini menyangkut kondisi dokter yang bertugas di rumah sakit maupun instalasi gawat darurat (IGD) maupun ICU. “Kami berharap seluruh elemen membantu untuk mengingatkan masyarakat agar taat prokes. Sebab, tenaga kesehatan (Nakes) energinya sudah habis,” pungkasnya. [dny/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar