Pendidikan & Kesehatan

Kasus Covid 19 di Bangkalan Meroket, Pangdam V dan Kapolda Jatim Pantau Penyekatan

Panglima Kodam V Brawijaya, Mayjen Suharyato didampingi Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Alfinta dan Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron

Bangkalan (beritajatim.com) – Setelah melakukan pemantauan ke sejumlah wilayah dampak dari meningkatnya kasus Corona Visus Disease (COVID-19) di Kabupaten Bangkalan.

Panglima Kodam V Brawijaya, Mayjen Suharyato didampingi Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Alfinta dan Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron menyatakan, sampai saat ini ada 74 orang pasien Covid 19 yang dirawat di RSUD Syarifa Ambami Rato Ebu (Syamrabu).

“Sejak kemarin sampai saat ini baru ada penambahan 4 orang yang dirawat di RSUD, kemudian kita juga sudah meninjau ke Kecamatan Arosbaya, di sana ada 4 orang yang meningal dari klasterĀ  kampung dan klaster keluarga 9 orang reaktif yang sudah diangkut ke tempat-tempat penampungan,” terang Mayjen Suharyanto usai meninjau lokasi penyekatan akses Suramadu di Kampung Somber, Desa Petapan, Kecamatan Labang/Bangkalan, Senin (7/6/2021).

Pria dengan dua bintang di pundaknya itu juga mengatakan, untuk RSUD Syamrabu Bangkalan, ada penambahan tempat tidur pasien yang sebelumnya 70 menjadi 140 tempat tidur serta ada dua lagi tempat penampungan pasien Covid-19 yakni di balai diklat serta Balai Latihan Kerja (BLK) setempat.

“Sementara hasil penyekatan di penyeberangan kapal ferri Kamal ada 4 orang reaktif dan penyekatan di Suramadu sisi Madura terdapat 22 orang reaktif hasil dari swab antigen,” imbuhnya.

Hal senada juga dikatakan oleh Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Alfinta yang mengaku siap mendukung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan dengan mengerahkan sejumlah personelnya termasuk membantu tenaga medis serta sarana dan prasarananya.

“Mudah-mudahan kasus Covid 19 di Kabupaten Bangkalan segera menurun, kami mengimbau kepada masyarakat untuk selalu mematuhi Prokes dan menggunakan masker,” tandasnya.

Sekedar diketahui, penyekatan di akses jembatan Suramadu, sisi Madura ini sudah berlangsung selama dua hari. Minggu kemarin 30 orang dinyatakan reaktif setelah dilakukan swab antigen, hari kedua sebanyak 26 orang.[sar/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar