Pendidikan & Kesehatan

Kasus Bayi Meninggal, Dinkes Berikan SP-3 Kepada Tiga Orang Bidan di Pajarakan Probolinggo

Kadinkes Kabupaten Probolinggo, dr. Shodiq Tjahjono, saat keluar dari ruang Komisi empat DPRD

Probolinggo (beritajatim.com) – Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo memberikan sangsi berupa Surat Peringatan ke tiga (SP-3) terhadap tiga orang bidan, hal itu dilakukan karena ada dugaan kelalaian Sistem Operasional Prosedur (SOP) dan etika yang tidak baik, sehingga mengakibatkan meninggalnya seorang bayi yang baru dilahirkan oleh Anisa (36) warga Desa Karangbong Kecamatan setempat.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, dr. Shodiq Tjahjono saat dipanggil oleh Komisi IV DPRD setempat untuk mengklarifikasi terkait kasus tersebut. Rabu (9/2/2022). “Kita sudah melakukan telaah, kita akan memberikan tindakan ke bidan, adakan pembinaan dan juga akan berikan sangsi berupa surat peringatan tiga,” jelas Shodiq.

Diketahui, tiga orang bidan tersebut yakni, bidan Desa Karangbong, dan dua orang bidan Puskesmas Pajarakan.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Probolinggo, Rika Apria Wijayanti mengatakan, Dinas Kesehatan mengakui adanya kelalainya SOP dan etika yang dilakukan oleh tiga orang bidan, sehingga mengakibatkan seorang bayi meninggal dunia.

“Hasil dari klarifikasi, memang mengakui ada kelalalian SOP dan berkaitan dengan attitude (etika) bidan yang bersangkutan, dan Dinas Kesehatan melakukan tindakan tegas memberikan SP-3,” jelas Rika.

Ia menghimbau kepada semua bidan yang ada di Kabupaten Probolinggo untuk terus meningkatkan pelayanan sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali. “Terutama untuk bidan, untuk meningkatkan pelayanan,” imbaunya.

Sementara itu, Sanito (46) ayah dari korban tidak bisa berkomentar banyak, karena masih syok dengan meninggalnya sang buah hati yang selama ini diidam-idamkan. “Ya kalau saya kan gimana, gak tau ya mas yang mau mengatakan, lah wong meninggal gini,” ucapnya lirih.

Seperti diberitakan sebelumnya. Pasangan suami istri Sanito (46) dan Anisa (36), asal Desa Karangbong, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, harus merelakan buah hati yang baru saja lahir meninggal dunia. Hal itu diduga karena kurangnya penanganan medis dan mendapatkan perlakuan yang kurang baik dari bidan desa dan Puskesmas setempat. (tr/kun)

 

Apa Reaksi Anda?

Komentar