Pendidikan & Kesehatan

Karyawan Terkena Covid-19, BRI Martadinata Malang Jamin Keselamatan Nasabah

Penerapan protokol kesehatan di BRI Martadinata, Kota Malang.

 

Malang (beritajatim.com) – Kantor Cabang BRI Malang Martadinata, menjamin pelayanan nasabah berjalan dengan aman dan nyaman. Protokol kesehatan Covid-19 dilakukan secara ketat menyusul dua karyawan BRI Kanwil Malang yang berada satu komplek dengan Kantor Cabang di Jalan Laksamana Martadinata, terkonfirmasi positif Covid-19.

Pimpinan Kantor Cabang BRI Malang Martadinata, Muhammad Zulham Salahuddin mengungkapkan layanan perbankan tetap buka dan berjalan normal. Mulai dari teller, customer service, menabung dan penarikan uang hingga pembukaan rekening BRI.

“Kami tetap melayani normal seperti biasa. Lokasi yang dulunya di gedung sebelah (utara) kita pindah ke gedung sebelah (selatan) yang gedung sebelah kita kosongkan. Jadwal tetap sesuai seperti biasa. Masuk jam 08.00 – 15.00 WIB,” kata Zulham, Rabu (8/7/2020).

Zulham mengatakan, protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dilaksanakan secara ketat. Nasabah yang datang dicek suhu tubuhnya, cuci tangan, serta dipastikan pakai masker sebelum masuk ke gedung pelayanan. Tempat duduk di dalam gedung diatur dengan jarak serta disediakan tenda di luar gedung bila nasabah di dalam penuh diminta menunggu di tenda.

“Karyawan yang melayani semua sudah di rapid test. Hasilnya non reaktif insyallah yang melayani juga aman. Kami pakai masker, face shield dan kita beri sekat mika. Ada pembatasan 15 nasabah di dalam gedung, sisanya menunggu di luar tetap dilayani tapi menunggu di luar,” ujar Zulham.

Untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 pihaknya memastikan protokol kesehatan dilakukan sesuai aturan. Mereka memilih lebih mendisplinkan diri agar protokol dilakukan sebaik mungkin baik untuk internal maupun para nasabah. Total karyawan yang masuk kantor sebanyak 30 persen, 70 persen lainnya bekerja di rumah.

“Total yang masuk dipastikan rapid test, sebagian di WFH (work from home) karena kalau masuk semua tidak cukup, yang masuk sudah di rapid test yang masuk kerja sekitar 20 an orang. Kurang lebih 30 persen kerja yang 70 persen kerja dari rumah. Yang masuk sudah di rapid test, secara rutin terakhir Senin. Minimal Seminggu sekali untuk memastikan mereka sehat dan nasabah aman,” tandas Zulham. [luc/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar