Pendidikan & Kesehatan

Kapolri Beri Penghargaan ke Perwira Polisi Karena Makamkan Jenazah COVID-19

Pemulasaran jenazah Covid-19 oleh Kasatintel Polresta Malang Kota Kompol Sutiono.

Malang(beritajatim.com) – Kapolri Jendral Polisi Idham Azis memberikan apresiasi ke Kasat Intelkam Polresta Malang Kota Kompol Sutiono. Sebelumnya Kapolda Jatim Irjen Mohammad Fadil Imran telah memberikan penghargaan kepadanya atas keberanian menjadi relawan pemulasaran jenazah Covid-19 di Kota Malang.

Sutiono pun mengaku apresiasi yang diberikan kepada begitu spesial. Dia tidak menyangka bisa bertemu langsung dengan Kapolda apalagi sampai diberi penghargaan. Lebih spesial lagi dia di telepon atau di videocall langsung oleh Kapolri Idham Azis. Saat di telepon oleh Kapolri dia didampingi oleh Kapolresta Malang Kota, Kombes pol Leonardus Simarmata, Jumat, (10/7/2020) kemarin.

“Saya tidak menyangka, seperti tidak percaya, selama ini saya bertugas sepenuh hati. Pak Kapolda memanggil saya mendadak Kamis. Terus Jumat di telepon (video call) sama Pak Kapolri tidak menyangka mendapat banyak dukungan dan apresiasi,” ujar Sutiono, Sabtu, (11/7/2020).

Sutiono menuturkan, bahwa inti dari penghargaan Kapolda dan Kapolri adalah terimakasih ke Polresta Malang Kota karena terlibat aktif dalam penanganan pandemi Covid-19. Awalnya pada Maret lalu Sutiono hanya seorang diri selain bersama Public Safety Center (PSC) 119 Malang. Kini dia ditemani lima anggota Polresta lainnya saat memulasarakan jenazah Covid-19.

“Penekanan pak Kapolda tugas ini punya resiko sangat tinggi, disuruh waspada dan tetap menjaga kesehatan. Kalau sampai terpapar, Kapolda janjikan pelayanan terbaik, katanya jarang sekali ada orang yang mau kayak gini. saya kan ikhlas tidak sampai kepikiran dapat penghargaan dan apresiasi kayak begitu,” kata Sutiono.

Sutiono telah memakamkan 75 jenazah Covid-19 terdiri dari pasien positif dan pasien dalam pengawasan (PDP). Atas jasanya itu dia ditawari meminta hadiah apa oleh Kapolri Idham Azis. Namun, sampai saat ini dia tidak meminta imbalan apapun. Dia mengaku ikhlas dan tulus atas tugas kemanusiaan ini. Bahkan, bila dia naik jabatan justru takut tak bisa lagi membantu warga di tengah pandemi.

“Kami juga bingung mau minta apa, belum ada keinginan minta apa-apa. Misalkan diberi naik jabatan, saya malah nanti tidak bisa membantu masyarakat,” tandasnya. (luc/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar