Pendidikan & Kesehatan

Kapolresta Banyuwangi Usul Swab Antigen, Dandim Minta Pelanggar Prokes Disanksi Tegas

Banyuwangi (beritajatim.com) – Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifuddin mendukung pelarangan kerumunan pada momen akhir tahun di Banyuwangi. Terlebih Banyuwangi baru saja masuk dalam zona merah di mana kasus Covid 19 kembali mengalami peningkatan.

Bahkan, Kapolresta juga mengusulkan agar setiap tamu yang datang ke hotel, restoran atau kafe di Banyuwangi bisa menunjukkan hasil swab atau rapid tes antigen untuk memastikan terhindar dari virus Covid 19.

“Negara terus melakukan upaya antisipatif untuk mencegah meningkatnya kasus covid, tentunya daerah harus mendukung upaya ini yang bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Pada intinya, kita semua harus berkolaborasi untuk mencegah dan memutus mata rantai penularan Covid 19,” ujar Kombes Arman, Senin (21/12/2020).

Sementara itu, Dandim 0825 Letkol Yuli Eko meminta agar operasi yustisi terhadap protokol kesehatan kembali digalakkan dengan lebih masif. Mulai tingkat kabupaten hingga desa. Bahkan Dandim meminta agar sanksi yang diberikan bisa lebih tegas sehingga menimbulkan efek jera bagi warga supaya tidak melanggar protokol kesehatan.

“Contohnya seperti sanksi yang diberikan kalau pengendara motor tidak memakai helm. Dulu masyarakat juga susah disuruh tertib pakai helm, namun karena sanksinya tegas sekarang semua sudah tertib. Ini bisa juga dilakukan agar warga mematuhi prokes,” pungkasnya. (rin/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar