Pendidikan & Kesehatan

Kapolres: Tak Ada Aksi Borong Masker di Gresik

Gresik (beritajatim.com) – Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo menegaskan, terkait adanya virus corona di Indonesia, tak ada aksi borong pembelian masker di wilayah hukumnya.

Penyataan itu diungkapkan saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) bersama Wakapolres Kompol Dhyno, dan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik, drg Syaifudin Ghozali melakukan sidak di Toko Medical Pratama. Tepatnya, di Jalan Panglima Sudirman.

Sewaktu menanyakan ketersediaan masker, khususnya masker N95, ketersediaannya masih ada. Namun, harganya sudah naik.

“Harga normalnya per biji Rp 1000 dengan isi 50 marker per box-nya. Kalau ditotal menjadi Rp 50 per box-nya. Namun, karena permintaannya naik dua kali lipat. Maka harga per bijinya Rp 4000. Jadi kalau beli per box Rp 200 ribu,” ujar Najib petugas Toko Medical Pratama kepada wartawan, Selasa (3/02/2020).

Usai melakukan sidak di toko tersebut, Kapolres Gresik bersama Wakapolres dan Kadinkes Gresik melakukan sidak ke Apotik Kimia Farma di Jalan RA.Kartini. Di apotek 24 jam ketersediaan masker sudah habis sejak beberapa hari lalu.

“Dari hasil pengecekan di lapangan memang ada beberapa masker yang tersedia. Namun, sebagian besar habis karena permintaan tinggi,” ungkap Kusworo.

Kendati demikian kata Kusworo, dirinya mendapat informasi bahwa pada 10 Maret 2020 akan ada drop-dropan masker ke beberapa apotik.

“Saya mengimbau meski permintaan masker tinggi. Salah satu agar tubuh kit tetap fit wajib mengkonsumsi makanan yang bergizi serta suplemen kesehatan,” paparnya.

Saat ditanya mengenai aksi borong yang dilakukan konsumen membeli masker. Dijelaskan AKBP Kusworo Wibowo, sebagian besar dilakukan oleh individu dengan membeli eceran. Sehingga, stoknya kosong.

“Ada di beberapa apotek stoknya kosong. Tapi, ada juga di toko kesehatan stoknya masih ada, itupun harganya sudah dua kali lipat karena permintaan tinggi,” ujarnya.

Sementara itu, Kadinkes Gresik drg Syaifuddin Ghozali menyatakan dirinya mengimbau agar penjual masker kesehatan menjualnya dengan harga wajar. Dirinya juga menegaskan di Gresik, virus corona terkendali dan terpantau. Bahkan, terkait dengan kejadian ini Dinkes Gresik sudah mengantisipasinya dengan menempatkan petugas. Mulai dari desa, kecamatan, kabupaten/kota hingga ke tingkat provinsi.

“Kami terus melakukan pemantauan serta reporting setiap hari,” katanya.

Ia menambahkan, ada beberapa tips agar tidak tertular virus corona. Di antaranya mencuci tangan, makan makanan yang bergizi, serta memasak daging hewan harus lebih matang.

“Memakai masker hanya sebagai upaya agar terhindar. Tapi, yang lebih penting imunitas tubuh harus lebih fit agar tidak mudah sakit,” tandasnya. [dny/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar