Pendidikan & Kesehatan

Kampung Tangguh, Dimulai dari UB Malang, Kini Jadi Percontohan Jatim

Wakil Dekan II FP UB Malang, Mangku Purnomo.

Malang (beritajatim.com) – Di balik kesuksesan kampung tangguh yang saat ini menjadi percontohan Jawa Timur, ada sosok yang menginisiasi pendiriannya, dia adalah Mangku Purnomo anggota Tim satgas Covid-19 Universitas Brawijaya, Malang. Wakil Dekan II FP UB Malang itu awalnya didapuk meracik handsanitizer untuk UB.

Dia kemudian merasa prihatin dengan penyebaran virus dan permasalahannya yang ikut meluas. Mangku mengakui pandemi Covid-19 sulit diprediksi kapan berakhir itu membuat pemerintah dan aparat memiliki keterbatasan dalam mengatasi permasalahan yang ada. Hal inilah yang melatarbelakangi bahwa harus ada upaya gotong royong hingga level kampung atau akar rumput.

“Atas dasar itulah saya dan Kol (inf) Zainuddin komandan Korem 083 Baladika Jaya membuat kerangka konseptual dibantu oleh para ahli UB bidang kedokteran, kesehatan masyarakat, ketahanan pangan, ekonomi, politik juga hukum, dan pertahanan keamanan,” kata Mangku, Minggu (31/6/2020).

Setelah konsep jadi lalu diujicobakan ke beberapa wilayah, seperti kampung lingkar kampus dan kampung Cempluk, Dau Kabupaten Malang. Di Kampung Cempluk itu dilakukan simulasi kemudiam disusunlah buku manual PSBB kampung tangguh.

Kampung Tangguh memiliki 7 kriteria ketangguhan, yaitu tangguh logistik, tangguh sumber daya manusia (SDM), tangguh informasi, tangguh kesehatan, tangguh keamanan dan ketertiban, tangguh budaya, dan tangguh psikologis. Saat ini lebih dari 100 kampung yang telah dibentuk berbagai ketangguhan tentang bagaimana menangani dan mengatasi dampak penyebaran Covid-19.

Program tersebut telah tersebar di kota dan kabupaten se-Jawa Timur, bahkan beberapa kampung di luar Jawa. Dalam proses penyempurnaan Kampung Tangguh, Untuk memperkuat konsep, maka SOP-SOP yang ada masih sangat terbuka untuk disempurnakan.

“Sambil uji coba itu, Satgas UB dan Malang Bersatu Lawan Corona (MBLC) menginstal kampung-kampung tangguh di Kota Malang hingga 60 kampung tangguh. Setelah Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi kunjungan di Kampung Narubuk (Sukun Kota Malang) dan akhirnya menjadi program Malang raya dan Jawa Timur,” ujar Mangku.

Meskipun saat ini, Kampung Tangguh menjadi percontohan Jawa Timur Mangku Purnomo dan Satgas Covid UB terus bergerak mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat dalam mengatasi dan melawan Covid-19. Dia dan Tim Satgas COVID UB mengedukasi warga kampung lingkar UB tentang pemulasaraan Jenazah pasien terinfeksi Covid-19 di Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

Karena keberhasilannya, maka warga kampung lain mengikuti program Kampung Tangguh dalam melawan Covid-19. Saat ini program Kampung Tangguh Malang Raya diadopsi oleh Gubernur Jawa Timur untuk diterapkan di seluruh kampung (RW) di Jawa Timur. Bahkan Gubernur beberapa kali hadir di Malang meresmikan Kampung Tangguh, di Kawasan Malang Raya.

“Dengan hadirnya Kampung Tangguh di Malang Raya dan di Jawa Timur, diharapkan dapat mengatasi dampak yang diakibatkan Covid-19. Beberapa media juga memberitakan jika bapak Presiden RI juga akan mengagendakan kunjungan ke Malang untuk meninjau secara khusus Kampung Tangguh,” tandasnya. [luc/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar