Pendidikan & Kesehatan

Kampung Edukasi Sampah Rintis Program Warga Peduli Keselamatan & Kesehatan

Sidoarjo (beritajatim.com) – Rukun Tetangga (RT) 23 Kelurahan Sekardangan, Sidoarjo yang lebih dikenal dengan Kampung Edukasi Sampah membuat inovasi baru, yaitu program warga peduli terhadap keselamatan dan Kesehatan.

RT 23 sebelumnya telah berhasil dalam berbagai program. Misalnya manajemen pengelolaan sampah, pilot project bersih dari narkoba, program berseri (bersih dan lestari), gapura cinta negeri, manajemen bank sampah, budidaya tanaman hidroponik, asuhan mandiri tanaman obat keluarga dan digitalisasi Siskamling.

Ketua RT sekaligus pengelola Kampung Edukasi Sampah, Edi Priyanto, mengatakan bahwa dirinya sengaja membuat program tersebut bersamaan dengan momentum bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional yang pada tahun 2020 ini yang bersamaan dengan 50 tahun diberlakukannya undang-undang K3 di Indonesia.

Edi melihat selama ini yang menjadi perhatian dalam penerapan K3 adalah hanya pada pekerjaan formal saja seperti pada industri dan perusahaan, sedangkan aktifitas non formal seperti aktifitas keseharian yag dilakukan oleh warga dalam masyarakat banyak luput dari perhatian bersama.

Edi kembali menjelaskan, guna menunjang programnya tersebut, beberapa aktifitas yang dilakukan bersama warga diantaranya adalah aktifitas kesiapan menghadapi tanggap darurat, yaitu mekanisme apabila terjadi keadaan darurat di wilayahnya, seperti kebakaran, gempa bumi, warga sakit/kecelakaan mendadak, warga meninggal, dan lain-lain. Warga yang tergabung dalam tim diberikan pembekalan dan latihan secara berkala bagaimana melakukan evakuasi warga, teknik pemadaman terhadap kejadian kebakaran awal, cara membawa korban kecelakaan/sakit menuju Puskesmas/Rumah Sakit terdekat.

“Sebagai prasarana tanggap darurat pihaknya juga telah menyiapkan berbagai sarana pendukung, misalnya untuk pelaksanaan evakuasi keadaan darurat dirinya sudah memasang tanda arah dan rute evakuasi hingga menetapkan lokasi titik kumpulnya (assembly point),” jelas Edi Priyanto.

Terhadap penanggulangan kebakaran awal di RTnya, pihaknya juga telah menyiagakan alat pemadam api ringan (APAR) yang telah terpasang pada beberapa titik, disamping itu juga disediakan alat pemadam api tradisional (APAT) yag terdiri dari pasir, karung goni serta pengait.

“Sebagai sarana transportasi untuk membantu evakuasi, kami juga telah menyiapkan mobil siaga, mobil yang disiagakan untuk membawa warga yang sakit/celaka ke rumah sakit terdekat. Mobil ini merupakan milik warga denga teknis pelaksanaan dilakukan penjadwalan bergilir antar mobil warga satu dengan lainnya,” akunya.

Terhadap tamu atau pengunjung tang datang di wilayah ini juga diberikan briefing tentang keselamatan dan kesehatan di area tersebut. Pengunjung akan ditunjukkan lokasi titik kumpul, arah evakuasi, hingga bagaimana kalau kondisi sakit tiba-tiba serta menginformasikan bahwa wilayah yang tidak diperbolehkan untuk merokok.

“Pemisahan wilayah mana yang diperbolehkan merokok hingga wilayah yang menjadi larangan merokok lengkap dengan rambunya. Ini dilakukan dalam rangka memberikan jaminan kesehatan bagi warganya khususnya pada ibu hamil dan anak-anak agar tidak terpapar asap rokok,” tuturnya.

Guna mengatur ketertiban lalu lintas, pihaknya juga telah memasang rambu-rambu lalu lintas dan rambu informasi lainnya untuk memudahkan bagi warga maupun tamu yang berkunjung. Telah diatur juga tempat khusus untuk parkir (dengan cara mundur sebagai bentuk antisipasi terhadap keselamatan), dan ditetapkan pula lokasi mana saja yang tidak diperbolehkan parkir (larangan parkir). [rea/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar