Pendidikan & Kesehatan

Kahyangan Sewakan 100 Hektare Lahan kepada PTPN XI

Direktur PDP Kahyangan Jember Hariyanto

Jember (beritajatim.com) – Perusahaan Daerah Perkebunan Kahyangan milik Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, menyewakan lahan kepada Pabrik Gula Semboro Jember dan Pabrik Gula Panji Situbondo milik PT Perkebunan Nusantara XI. Lahan seluas kurang lebih 100 hektare itu ditanami tebu.

Jangka waktu kerjasama ini satu tahun dan ada yang disewa langsung dua tahun. “Sewa plus sharing profit bila ada keuntungan. Pembagian profitnya dari keuntungan sekitar 10 persen, karena (lahan) kami sudah disewa. Per tahun (nominal sewanya) Rp 12,5 juta per hektare,” kata Direktur PDP Kahyangan Hariyanto kepada wartawan, Selasa (12/5/2020). Uang sewa itu sudah dibayar.

Menurut Hariyanto, lahan-lahan sebelumnya ditanami karet dan sudah dibuka kembali. Keuntungan sewa ini lebih besar dibandingkan PDP Kahyangan menanami lahan itu dengan karet kembali. “Kalau menanam kembali, kami masih butuh waktu lima tahun kembali untuk produksi,” katanya.

Hariyanto mengatakan, pihaknya menandatangani nota kesepahaman dengan PTPN XI.

“Kerjasama sejak dua tahun lalu. Jadi memang lahan-lahan yang jeda, yang ditanami karet kami tebang, harus kosong dulu kurang lebih dua tahun, baru bisa ditanami karet lagi. Setiap ada penebangan karet ya kami tawarkan. Kadang ada masyarakat yang menyewa,” katanya.

Kendati ada bagi hasil dari keuntungan, menurut Hariyanto, pabrik gula sulit memperoleh profit karena harga gula dipatok. “Jadi kami selalu mengikuti laporan pabrik gula, kami selalu memantau,” katanya.

Pabrik gula menyewa lahan Kahyangan karena membutuhkan pengembangan. “PG selalu minta perkembangan lahan. Baik di PTPN maupun PDP selalu ada lahan-lahan jeda. Saat itu PTPN XI minta kepada bupati untuk mengadakan MOU, kemudian ditindaklanjuti pabrik gula dan PDP,” kata Hariyanto.

Sifat MOU ini tidak tetap, karena menurut Hariyanto, lokasinya berpindah-pindah. “Selama ini yang cocok untuk tebu adalah Kebun Kali Mrawan dan Kebun Sumberwadung. Jadi kalau sudah selesai ya sudah, dilepas lagi, cari lahan jeda lagi,” kata Hariyanto.

Buruh PDP Kahyangan mendapat opsi untuk bekerja di lahan tebu tersebut. “Tapi dalam MOU tertuang,” kata Hariyanto. Namun para buruh lebih cenderung memilih untuk menyadap getah karet di blok lain kebun. [wir/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar