Pendidikan & Kesehatan

Kadinkes Jelaskan Dampak Penyakit Jantung pada Covid-19

Malang (beritajatim.com) – Penyakit jantung tidak terlalu berefek untuk membuat pasien Covid-19 meninggal. Hal itu berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, pasien Covid-19 meninggal hanya 10 persen yang memiliki komorbid penyakit jantung.

Total kematian karena Covid-19 sendiri saat ini adalah 46 dan semuanya memiliki komorbid. Kepala Dinas Kesehatan, Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo menjelaskan, alasan jantung menjadi penyakit tidak terlalu berbahaya bagi pasien Covid-19.

Alasannya adalah, penyakit jantung adalah kardiosveskular. Artinya hanya menyerang pembuluh darah atau jantung itu sendiri.

“Bisa memperlambat pernafasan (penyakt Jantung) memang tapi tidak telalu masalah (menyebabkan kematian) kalau kita ngomong tentang Covid-19,” ungkap Arbani, Senin (24/8/2020).

Arbani menjelaskan, Covid-19 itu menyerang imunitas tubuh. “Sedangkan penyakit Jantung tidak,” tambah Arbani.

Sehingga, yang menyebabkan kematian itu adalah komorbid yang bukan kardiovescular. Contohnya adalah diabetes, hepatitis dan TBC.

“Karena mereka (penyakit komorbid itu) menyerang imun. Jadi ya itu makanan empuk Covid-19 untuk membuat pasien tidak berdaya. Dan diabetes ini menjadi penyakit komorbid yang menyebabkan kematian terbanyak pasien (Covid-19) di Kabupaten Malang. Ada sektiar 40 persen lebih,” pungkasnya. [yog/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar