Pendidikan & Kesehatan

Kadin Gresik Survei Fasyankes Vaksin Gotong Royong

Gresik (beritajatim.com) – Pelaksanaan vaksinasi untuk para pekerja atau vaksin gotong royong (VGR) di Gresik sudah mulai berjalan. Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Gresik mencatat ada 11 perusahaan yang mengikuti VGR ini. Namun, baru satu perusahaan yang memulai penyuntikan VGR ke karyawannya.

Untuk memastikan pelaksanaan VGR itu, rombongan Satgas VGR Kadin Gresik melakukan survey ke salah satu fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) yang akan digunakan vaksinasi di Rumah Sakit Semen Gresik (RSSG).

Rombongan tersebut mengecek mulai dari ruang tunggu antrean, ruang skrining, ruang penyimpanan vaksin hingga ruang vaksinasi dan observasi.

Kepala Satgas VGR Kadin Gresik Moch. Choirul Rizal membenarkan apabila sudah ada satu perusahaan yang memulai VGR. Namun surveinya kali ini untuk menunjang vaksinasi VGR perusahaan yang belum vaksinasi dari 11 perusahaan itu.

Ia menjelaskan memang sebelumnya pihaknya mengusulkan sebanyak 21 ribu calon peserta vaksin ke Biofarma. Namun, dari jumlah itu yang sudah terverifikasi Biofarma sebanyak 897 pekerja di tahap awal. “Ada beberapa Fasyankes ya, salah satunya di RSSG ini. Kita survei untuk vaksinasi VGR perusahaan yang belum itu,” paparnya, Kamis (5/08/2021).

Menurut Rizal, fasilitas yang dimiliki RSSG sudah semuanya tersedia. Namun pihaknya masih menunggu dari Biofarma kapan 897 pekerja ini divaksin.

Pria yang juga menjabat Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan Kadin Gresik itu menyebut ada perusahaan yang mundur dari program VGR ini. Alasannya beragam hal ini karena vaksin ini berbayar ditanggung oleh perusahaan.

Untuh lanjut Rizal, pihaknya berharap agar perusahaan di Gresik ikut program vaksin gotong royong ini. Yakni guna mendukung percepatam vaksinasi agar segera tercipta herd immunity. “Pemerintah mentargetkan akhir tahun nanti cakupan vaksinasi sudah 70 persen,” ungkapnya.

Sementara Humas RSSG dr Tholib Bahasuan mengatakan, sejauh ini pihaknya melakukan vaksinasi sekitar 3 ribu orang. Dengan jumlah vaksinator sebanyak 50-60 orang, setiap harinya bisa melayani 300 orang. “Lokasi rumah vaksin jauh dengan gedung rumah sakit. Jadi lebih aman,” pungkasnya. [dny/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar