Pendidikan & Kesehatan

Kabupaten Mojokerto Kembali Zona Merah Penyebaran Covid-19

Mojokerto (beritajatim.com) – Kabupaten Mojokerto kembali zona merah (resiko tinggi) dalam penyebaran Covid-19. Ini menyusulnya tingginya jumlah pasien terkonfirmasi positif, dengan jumlah pasien yang masih menjalani perawatan sebanyak 92 pasien dan meninggal 32 pasien.

Waka Polres Mojokerto, Kompol David mengatakan, jumlah pasien positif di wilayah hukum Polres Mojokerto mulai bulan April-Desember 2020 selalu meningkat. “Dibutuhkan kerja sama lapisan elemen masyarakat untuk taat protokol kesehatan,” ungkapnya, Senin (4/1/2021).

Polres Mojokerto mencatat, pasien terkonfirmasi positif di wilayah hukum Polres Mojokerto di bulan April 2020 sebanyak tiga pasien dan meningkat di bulan Mei sebanyak 25 pasien. Di bula Juni sebanyak 158 pasien, kasus terkonfirmasi positif di bulan Juli pun meningkat menjadi 406 pasien dan di bulan November menjadi 977 pasien.

“Jumlah pasien positif dan sembuh selaras namun positif banyak dibanding yang sembuh sehingga dibutuhkan kerja sama semua untuk patuh protokol kesehatan. Per 28 Desember ada sebanyak 1.188 pasien terkonfirmasi positif, sembuh sebanyak 1.064 pasien, yang masih dirawat sebanyak 92 pasien, meninggal sebanyak 32 pasien,” katanya.

Kasus suspek (diduga) lantaran kontak langsung dengan pasien positif atau berpergian ke daerah zona merah di wilayah hukum Polres Mojokerto mencapai 721 pasien. Kasus probable atau kasus konfirmasi dengan gejala (simptomatik) tapi hasil swab belum keluar dan diyakini positif, namun pasien sudah meninggal ada sebanyak 13 pasien.

“Masyarakat harus peduli penyebaran Covid-19 karena yang bisa menanggal disiplin virus ini yakni, masker, jaga jarak dan tidak berkerumun. Polres Mojokerto sudah mengoptimalisasi Impres Nomor 6 Tahun 2020 melalui beberapa hal, seperti edukasi, sosialisasi, preventif, Operasi Yustisi Perda Provinsi Nomor 2 Tahun 2020, tokoh agama, masyarakat, pemuda dan elemen masyarakat,” ujarnya.

Semua dilakukan tidak lain bertujuan agar semua elemen masyarakat yang ada perhatian dan antisipasi terhadap penyebaran Covid-19. Waka mencotohkan, setiap ada kegiatan ke tempat peribadatan, seminar hingga hipnoterapi selalu disampaikan agar masyarakat ingat tiga 3M. Memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

“Selain itu, Polres Mojokerto bersinergi dengan stokerder terkait segera bisa menanggulangi Covid-19. Kegiatan kemanusiaan juga dilakukan dalam kegiatan baksos berkala melalui mobil jimpitan, pembagian masker, rapid on the spot, 3T kepada masyarakat. Penggalangan dan pendekatan ke tokoh masyarakat dan agama agar mengkampanyekan tertib 3M,” tegasnya.

Polres Mojokerto juga membentuk 206 desa di wilayah hukum Polres Mojokerto menjadi Kampung Tangguh. Diharapkan, tambah Waka, melalui 206 Kampung Tangguh bisa menanggulangi mulai dini hingga hulu penyebaran Covid-19 khusuanya di wilayah hukum Polres Mojokerto. [tin/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar