Pendidikan & Kesehatan

Kabupaten Mojokerto Jadi Zona Oranye, Komisi E DPRD Jatim Apresiasi Kerja Pemkab

Komisi E DPRD Provisi Jawa Timur saat berkunjung ke Pemkab Mojokerto. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Komisi E (Kesejahteraan Masyarakat) DPRD Provinsi Jawa Timur mengapresiasi upaya-upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto dalam penanggulangan pandemi Covid-19.

Terlebih lagi peta sebaran Covid-19 Kabupaten Mojokerto yang semula merah (risiko tinggi), kini telah berubah warna menjadi oranye (risiko sedang) per tanggal 21 Juli 2020.

Pembagian warna tersebut, berdasarkan pada peta epidemilogi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Peta Sebaran Covid-19 di Kabupaten Mojokerto per tanggal 21 Juli 2020, pasien positif ada sebanyak 383 pasien. Dengan rincian, dalam perawatan sebanyak 155 pasien, pasien sembuh sebanyak 211 pasien dan meninggal sebanyak 17 pasien.

“Kami sangat mengapresiasi ini. Semoga Kabupaten Mojokerto segera menjadi zona hijau (risiko terkontrol). Kami percaya semua perkembangan ini, adalah berkat gotong royong pemerintah, forkopimda dan masyarakat Kabupaten Mojokerto,” ungkap Ketua Komisi E Wara Sundari Renny Pramana, di Pringgitan Rumah Dinas (Rumdin) Bupati Mojokerto, Rabu (22/7/2020).

Sementara itu, Bupati Mojokerto, Pungkasiadi mengatakan, pemerintah daerah (pemda) dengan pusat, TNI dan Polri sejak awal pandemi sekitar bulan Maret 2020 lalu, terus bersinergi melakukan berbagai upaya penanggulangan pandemi secara kontinyu. Mulai refocusing dan realokasi anggaran, menyiapkan dan menyiagakan rumah sakit rujukan, hingga bergerak cepat membagikan item-item perlindungan diri pada masyarakat.

“Mulai dari masker, hand sanitizer dan disinfektan. Sejumlah kampung tangguh, tempat ibadah tangguh, wisata tangguh, pasar tangguh hingga layanan rapid test gratis sebagai bagian dari upaya penanggulangan. Setelah beberapa waktu kita ada di zona merah, tadi malam sudah oranye. Beberapa minggu terakhir, angka kesembuhan kita terus naik,” katanya.

Selain itu, lanjut Bupati, arahan new normal dari pusat terus disinegrikan dengan mengeluarkan Surat Edaran (SE) Bupati bagi pelaku usaha dan yang berkaitan. Bersama TNI/Polri, Pemkab Mojokerto juga sinergi mendukung program satu sama lain.

Audiensi selanjutnya diteruskan dengan sesi tanya jawab, antara Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur bersama Bupati Pungkasiadi didampingi segenap tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Mojokerto.

Beberapa pertanyaan yang diajukan pada GTPPC Kabupaten Mojokerto antara lain lompatan angka kesembuhan dengan berbagai upaya, probiotik, koordinasi lintas gugus tugas, pelaksanaan pendidikan sekolah, serta treatment-treatment khusus pencegahan.

“Tracing, tracking kita lakukan terus. Tidak ada yang khusus, tapi standartnya kita jalankan semua secara ketat. Kita juga lakukan tes rapid gratis untuk masyarakat, tempat-tempat ramai di malam minggu kita tutup, hingga edukasi protokol kesehatan dengan inovasi Mobil Motor Dolan-Dolan. Beberapa waktu lalu Surabaya Raya dan daerah penyangga termasuk kami, dipanggil provinsi untuk koordinasi intens upaya pencegahan Covid-19,” ujarnya.

Kapolres Mojokerto  AKBP Dony Alexander menambahkan, terkait minuman herbal probiotik. “Ini adalah salah satu ikhtiar pemerintah dalam menanggulangi pandemi, karena sampai saat ini vaksin resmi pengobatan Covid-19 masih belum ditemukan. Probiotik ini berasal dari Profersor Ahli bakteri di Pandaan. Ini ikhtiar kami, tentunya dengan mengutamakan kesehatan. Probiotik adalah treatment tradisional, sifatnya untuk meningkatkan imunitas,” jelasnya.

Untuk aktivitas pendidikan sekolah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Zainul Arifin menjelaskan, jika pembelajaran masih menggunakan sistem daring, berdasarkan keputusan bersama Menteri Pendidikan dan Menteri Agama. Dimana disampaikan bahwa zona merah tidak diizinkan pembelajaran secara tatap muka.

“Kendala daring di lapangan adalah faktor geografis dan ekonomi wali murid untuk memenuhi sarana daring. Karena daring pula, kita minta guru-guru agar meningkatkan kompetensi IT,” tegasnya. [tin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar