Pendidikan & Kesehatan

Kabupaten Malang Targetkan Masuk Zona Hijau Covid-19, Dua Pekan Lagi

Malang (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Malang menargetkan dalam dua pekan kedepan, sudah masuk zona hijau Covid-19. Sebagai informasi, per 4 Oktober 2020 ini di Kabupaten Malang jumlah pasien positif Covid-19 adalah 912 orang.

Sementara yang dinyatakan sembuh sejumlah 812 dan orang meninggal dunia 59 orang. Sedangkan pasien Covid-19 yang masih dalam tahap perawatan adalah 51 orang.

Pemerintah daerah pun gencar mengajak masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker, rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan selalu menjaga jarak atau phisycal distancing.

Salah satu cara yang dianggap signifikan dari merubah zona merah, zona oranye dan kini masuk zona kuning, melalui sejumlah operasi yustisi diberbagai tempat. Operasi Yustisi yang digelar selama 14 hari kemarin, mampu melandaikan peningkatan kasus Covid-19 di Kabupaten Malang.

Rencananya, Operasi Yustisi akan diperpanjang hingga 14 hari ke depan. Kabag Ops Polres Malang, AKP Hegi Renanta mengatakan, selama 14 hari ke depan ditargetkan akan membuat zona kuning menjadi zona hijau.

Caranya adalah menggerakan anggota Polres Malang yang terdiri dari tim operasi yustisi untuk giat lakukan sosialisasi ke warga.

Menurut Hegi, yang menyebabkan landainya Covid-19 adalah terkait OTG yang isolasi mandiri di rumah. Anggota Polres inilah nantinya yang akan melakukan sosialisasi ke OTG Covid-19 agar melakukan isolasi mandiri di Safe House Rusunawa.

“Kami akan upayakan selalu sosialisasi ke OTG. Caranya juga dari hati ke hati dengan Muspika (Musyawarah Pimpinan Kecamatan) untuk mengajak ke safe house Rusunawa ASN,” ungkap Hegi.

Hegi mengakui, jika OTG diinapkan di Safe House Rusunawa ASN akan lebih aman. Perawatan terjamin makan juga terjamin. Semua ditanggung Pemkab Malang.

“Namun yang jadi masalah adalah mereka (para OTG) ini takut kalau masuk Safe House Rusunawa itu nanti tidak bisa membiayai anak mereka karena harus bekerja. Kami akan jelaskan pada mereka bahwa ada kampung tangguh untuk biaya makan sehari-hari dan banyak donatur yang siap membantu,” tegasnya.

Hegi juga menjelaskan saat ini sendiri ada dua safe house, yakni Rusunawa ASN di Kepanjen dan di Lawang. Namun yang ditempati hanya Rusunawa ASN.

“Dan itu hanya 10 pasien saat ini padahal kuotanya 80 lebih. Kami ingin pasien bisa diarahkan ke sana,” Hegi mengakhiri. [yog/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar