Pendidikan & Kesehatan

Kabupaten Gresik Resmi Masuk Zona Kuning

Bupati Sambari Halim Radianto (kanan) didampingi Kadinkes dr Syaifuddin Ghozali (kiri) saat menjelaskan status zona kuning

Gresik (beritajatim.com)- Sempat menjadi daerah zona merah penyebaran Covid-19, maka per akhir Oktober 2020, Kabupaten Gresik resmi masuk menjadi zona kuning. Pasalnya, tren tingkat kesembuhan kasus virus ini terus meningkat.

Berdasarkan data Satgas Covid-19 per 28 Oktober 2020, kasus confirm positif 3.576 sejak virus asal Tiongkok itu masuk pada Maret lalu. Perinciannya 3.209 konfirmasi selesai, 225 meninggal, serta penanganan pasien isolasi tinggal menyisakan 142 jiwa.

Hal tersebut tidak lepas dari kinerja tenaga medis dan aparat dalam menerapkan protokol kesehatan. “Saya mengapresiasi penuh kinerja para tenaga medis kita yang menjadi garda terdepan penanganan virus korona ini,” ujar Bupati Gresik Sambari Halim Radianto.

Bupati dua periode itu menyatakan pihaknya mengapresiasi aparat penegak protokol serta rumah sakit swasta yang bekerja keras membantu penyembuhan pasien. “Semuanya ini tidak terlepas dari kesadaran dan disiplin dari masyarakat. Baik dalam bekerja dan beraktifitas selama masa pandemi,” ungkap Sambari.

Menurutnya, pertambahanan pasien terkonfirmasi terus berkurang dalam sebulan terkahir. Sedangkan tingkat penyembuhan terus meningkat. Status persebarannya pun menjadi zona kuning.

Hingga kini, pasien yang menjalani isolasi tahap penyembuhan itu dirawat di 14 rumah sakit swasta, satu rumah sakit pemerintah RSUD Ibnu Sina Gresik dan satu rumah sakit lapangan Pondok Rehabilitasi Gelora Joko Samudro.
“Kasitas di Stadion Gejos 144 TT (tempat tidur), kondisi sekarang hampir kosong,” kata Sambari.

Kendati demikian, Sambari mengingatkan, perubahan zona dari oranye ke kuning kemudian hijau tersebut akan sia-sia bila masyarakat lengah. Misalnya, dalam beraktivitas tidak memakai masker, menjaga jarak dan sering cuci tangan.
“Jangan ber-euforia berlebihan, penegakan protokol akan terus dilaksanakan,” tegasnya.

Kedepan, pihaknya menargetkan bahwa pada Desember 2020, status persebaran semakin ditekan. Dengan harapan memasuki zona hijau. Apalagi, 9 Desember nanti kita melaksanakan Pilkada. “Kami akan serius bersinergi dengan pihak penyelenggara, agar tidak terjadi kluster baru,” katanya.

Mengenai pasca libur panjang, Sambari menghimbau kepada kepala OPD untuk mengawasi betul kondisi ASN-nya. “Kalau ada yang terlihat loyo, harus ada penanganan serius. Setidaknya wajib menyertakan surat sehat,” pungkasnya. [dny/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar