Pendidikan & Kesehatan

Jusuf Kalla Ajak Mahasiswa Unusa Lakukan Gerakan 45, Apa Itu?

Surabaya (beritajatim.com) – Mantan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla mengajak mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menjadi generasi rahmatan lil alamin. Mahasiswa yang berjiwa pembelajar dan penggerak bagi bangsa dan umat manusia lewat Gerakan 45.

JK, sapaannya itu, menyebut jika Gerakan 45 adalah bentuk dari rukun Islam keempat dan kelima, yakni zakat dan haji. Gerakan ini dinilai akan mencetak mahasiswa menjadi generasi pembelajar dan penggerak yang sejati.

“Berzakat bisa melatih mahasiswa untuk ikhlas. Jika dilakukan dengan ikhlas dan tanpa paksaan, zakat bermanfaat untuk melatih kita menjadi pribadi yang ikhlas dan tulus melakukan kebajikan bagi orang lain,” kata Jusuf Kalla di Kampus B Unusa, Sabtu (12/11/2022).

Jusuf Kalla juga mengajak mahasiswa untuk merencakanan dan meniatkan untuk berhaji. Kata dia, ibadah haji memilki dampak-dampak positif dan kemanfaatan yang banyak, baik bagi individu yang melaksanakan ibadah haji maupun masyarakat pada umumnya.

“Bagi yang melaksanakan ibadah haji, akan terpancar kebaikan dan kesalihan dari pribadinya,” katanya.

Ia menambahkan, ibadah haji juga melatih seorang Muslim mengamalkan prinsip-prinsip kemanusiaan, persaudaraan, dan persamaan secara universal. Seseorang yang melaksanakan rukun islam ke-5, sebut Jusuf Kalla, akan melepaskan diri dari egonya.

Sehingga, dia akan mendapati dirinya larut dalam sebuah kumpulan akbar manusia, yang bersatu, tak tercerai-berai, dan bersama-sama memenuhi satu panggilan untuk berputar mengelilingi satu pusat, kemudian kumpulan haji yang disatukan dan menyatukan ini bergerak untuk melempar setan.

“Ini merupakan bentuk utama menjadi sosok penggerak kehidupan. Dalam ibadah haji, semua orang diminta menanggalkan pakaian, perhiasan yang seringkali menandai perbedaan daerah, kelas sosial dan sebagainya. Sebagai gantinya, semua memakai pakaian sederhana yang lebih mirip dengan kain kafan. Ketika berthawaf dan berwukuf di arafah, tidak terlihat kefakiran dan kekayaan seseorang. Melalui gerakan 45, insya Allah mahasiswa Unusa akan bisa menjadi generasi generasi rahmatan lil alamin yang berjiwa pembelajar dan penggerak bagi bangsa dan ummat manusia,” bebernya. [ipl/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar