Pendidikan & Kesehatan

Jumlah Stunting di Bangkalan Masih Tinggi

Foto ilustrasi

Bangkalan (beritajatim.com) – Penurunan angka stunting di Kabupaten Bangkalan memerlukan komitmen yang kuat dari semua pihak, termasuk advokasi dan komitmen Pemerintah Daerah juga harus optimal.

Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KB dan PPPA) Bangkalan, Amina Rahmawati mengungkapkan, pada tahun 2021 kemarin angka prevalensi stunting Kabupaten Bangkalan sesuai data SSGI Kementrian Kesehatan berada pada kategori tertinggi. Jumlahnya yaitu 38,9 %, juga berada di atas angka prevalensi stunting Provinsi Jawa Timur 23,5 % dan Nasional 24,4 %. Sehingga, Kabupaten Bangkalan termasuk daerah dengan angka stunting tertinggi di Provinsi Jawa Timur tahun 2021 lalu.

“Maka dari itu kita sudah membentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dari pusat hingga tingkat desa. Pembentukan kader tim pendamping keluarga di 281 Desa dan Kelurahan se Kabupaten Bangkalan hingga terlaksananya audit kasus stunting,” terangnya, Selasa (13/9/2022).

Ia menambahkan, di tahun 2022 ini, sebagai bentuk komitmen unsur pimpinan daerah memerintahkan dan mengimbau seluruh OPD dan lembaga terkait dalam intervensi penurunan stunting, untuk dapat menyajikan data terpadu dan akurat terkait kasus stunting.

“Khususnya melalui acara audit kasus stunting sebagai langkah awal dalam pencegahan dan penurunan stunting di Kabupaten Bangkalan,” ujarnya.

Terpisah, Wakil Bupati (Wabup) Bangkalan Drs Mohni saat membuka acara Audit Kasus Stunting 1 Kabupaten Bangkalan 2022 di Pendopo kemarin berharap sebagai bagian dari monitoring dan evaluasi. Audit kasus stunting, mencari penyebab terjadinya kasus stunting sebagai upaya pencegahan terjadinya kasus serupa terulang.

“Dengan audit ini diharapkan dapat menjadi pembelajaran di tiap level pemerintahan untuk mencegah kasus stunting semakin meningkat,” tandasnya. [sar/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar