Pendidikan & Kesehatan

Jumlah Pasien OTG di Wisma Atlet Menurun

Surabaya (beritajatim.com) – Pemerintah telah menyiapkan berbagai fasilitas pelayanan dan penanganan medis kepada pasien OTG (orang tanpa gejala) Covid-19. Saat ini tempat karantina tidak hanya berpusat di Wisma Atlet Kemayoran Jakarta, tapi juga disediakan 3 hotel yang bisa dijadikan tempat isolasi mandiri, khususnya di wilayah DKI Jakarta.

Toga hotel itu yang disiapkan bagi warga yang tidak memiliki fasilitas untuk menjalankan isolasi mandiri terisi 422 pasien OTG (59,77%). Tiga hotel yang tersebar di Jakarta ini memiliki kapasitas tampung 706 pasien. Rinciannya U Stay Hotel terisi 139 pasien (72,22%), Ibis Style Mangga Dua terisi 162 pasien (48,21%), dan Ibis Hotel Senen terisi 121 pasien (63,68%) yang tercatat hingga Senin (5/10/2020).

Menurut Mayjen TNI Dr dr Tugas Ratmono Sp S MARS selaku Koordinator RSD Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, terjadi penurunan pasien OTG yang dirawat. “Tingkat hunian di Tower 4 dan Tower 5 Flat Isolasi Mandiri Wisma Atlet Kemayoran Jakarta menurun 151 orang tanpa gejala (OTG) atau sekitar 04,85% dari kapasitas huni sebanyak 3.116 tempat tidur. Itu berdasarkan data pada Senin 5 Oktober 2020 hingga pukul 6 pagi,” ungkap Dr Tugas.

Di Tower 4 RSD Wisma Atlet masih tersedia 941 tempat tidur (60,87%) dan Tower 5 tersedia 519 tempat tidur (33,06%), sehingga total tersedia 1.460 tempat tidur (46,85%) dari kapasitas tampung 3.116 tempat tidur. Sebelumnya total tersedia 1.807 tempat tidur (57,99%) dan sisa 1.309 tempat tidur (42,01%).

Begitu juga di Tower 6 dan Tower 7 RS Darurat COVID-19, letaknya bersebelahan dengan Flat Isolasi Mandiri, juga mengalami penurunan pasien. Terisi 1.806 pasien (62,75%) dari sebelumnya 2.042 pasien (70,95%). Dua Tower itu memiliki kapasitas tampung sebanyak 2.878 tempat tidur. Sehingga masih tersedia 1.072 tempat tidur (37,25%) dengan perincian 549 tempat tidur di Tower 6 (42,23%) dan sisanya 523 tempat tidur di Tower 7 (33,14%).

Sementara Tower 8 Isolasi Mandiri tersedia 1.324 tempat tidur (85,53%). Tower baru yang pengelolaannya di bawah Kementerian Kesehatan ini menampung 224 pasien (14,47%) dari kapasitas tampung 1.548 tempat tidur. Sedangkan untuk Tower 9 Karantina Mandiri Pekerja Migran Indonesia terisi 1.385 tempat tidur dari kapasitas tampung 2.619 tempat tidur atau (52,88%). Sehingga masih tersedia 1.234 tempat tidur (47,12%).

“Memang menunjukkan penurunan curva, sempat datar sekarang menurun sedikit, kami pun berharap agar angkanya terus menurun,” tambahnya.

Sedangkan penambahan lokasi isolasi mandiri dari pemerintah, yakni 3 hotel tersebut dikatakan Dr Tugas sedikit banyak membantu. “Ya dengan adanya hotel isolasi mandiri tentunya penanganan tidak terpusat sehingga beban tenaga medis bisa lebih rileks,” pungkasnya. [adg/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar