Pendidikan & Kesehatan

Jumlah Buta Aksara di Pamekasan Berkurang

Pamekasan (beritajatim.com) – Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan, mengklaim jumlah buta huruf di daerah berslogan Bumi Gerbang Salam, cenderung menurun dari tahun ke tahun.

Bahkan dari total sebabyak 17 ribu pada 2017 silam, akhirnya turun dengan angka mencapai seribu menjadi 16 ribu pada 2018 lalu melalui program Keaksaraan Fungsional atau yang lebih dikenal dengan sebutan Program KF.

“Ada penurunan sebanyak seribu jiwa dari kurun waktu 2017 hingga 2018,” kata Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Formal dan Informal Disdik Pamekasan, Suyut, Senin (25/2/2019).

Melalui program tersebut, pemberantasan buta aksara di Pamekasan, bisa kembali berkurang melalui program yang akan digarap pada tahun ini. “Tahun ini kita target seribu jiwa, sehingga warga yang masih buta huruf nantinya kembali berkurang menjadi 15 ribu jiwa,” ungkapnya.

“Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai target, target utama kami untuk mengentaskan buta huruf masih di daerah Pantura. Sebab yang paling banyak ada di Kecamatan Batumarmar dan Kecamatan Pasean,” tegas Suyut. [pin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar