Pendidikan & Kesehatan

Jika Kondisi Memburuk, Pasien PDP Covid-19 akan Dilakukan Tes Swab

Kepala Dinkes Ponorogo drg. Rahayu Kusdarini (foto : dok.beritajatim.com)

Ponorogo (beritajatim.com) – Kepala Dinas Pendidikan (Dinkes) Ponorogo drg. Rahayu Kusdarini mengungkapkan update terkini orang dalam risiko (ODR) berjumlah 568 orang di bumi reyog. Sedangkan untuk orang sakit dalam pemantauan (ODR) ada 24 orang. Pasien dalam pengawasan (PDP) ada satu orang.

“Satu PDP ini merupakan pasien baru, bukan orang yang pulang umrah itu,” kata Irin, sapaan drg.Rahayu Kusdarini, Kamis (19/3/2020).

Dia menyebut jika pasien baru pulang umrah yang statusnya PDP diturunkan menjadi ODP. Sebab hasil rontgennya negatif. Dan dalam perkembangannya kesehatannya membaik serta sudah diperbolehkan pulang. Sementara yang PDP itu karena baru pulang dari daerah terjangkit.

Pasien saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. Harjono Ponorogo. Kondisinya ketika masuk mengidap batuk, pilek, dan demam. Tim dokter memastikan ada gejala pneumonia.

“Pasien itu baru pulang dari travelling dari daerah terjangkit, dan ada gejala pneumonia,” katanya.

Jika kesehatan PDP memburuk, harus dilakukan pemeriksaan Swab. Itu dilakukan apakah pneumonia yang diderita seseorang itu disebabkan oleh Covid-19. Dan pemeriksaan Swab itu dirujuk ke RSUD dr. Soedono Madiun.

“Saya tegaskan bahwa pemeriksaan Swab dilakukan jika pasien PDP itu kondisinya memburuk,” pungkasnya. [end/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar