Pendidikan & Kesehatan

JFI-JAKA Lakukan Gerakan Kemanusiaan Lawan Corona

Surabaya (beritajatim.com) – Kelangkaan dan mahalnya kebutuhan pencegahan virus Corona membuat kesulitan akses untuk menjaga diri dari virus yang cepat menular tersebut. Dalam keadaan darurat seperti pandemi saat ini, semua pihak perlu gotong royong saling membantu untuk melawan Covid-19.

Jatim for Indonesia (JFI) bekerja sama dengan JAKA (Jaringan Arek Ksatria Airlangga) melakukan gerakan kemanusiaan untuk melawan virus Corona. Wujudnya adalah dalam aksi distribusi hand sanitizer, masker dan sabun antiseptik secara cuma-cuma bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Gerakan kemanusiaan ini dilandasi untuk saling memberikan rasa aman dari ketakutan yang saat ini terbangun di masyarakat akan virus tersebut. Guna mengkoordinasikan gerakan itu JFI dan JAKA telah membentuk Posko Lawan Corona yang bertempat di Jalan Ketintang Madya 73 Surabaya,” ujar Ketua JAKA dan Humas Gerakan Gotong Royong Kemanusiaan Sejuta Hand Sanitizer, Teguh Prihandoko, Sabtu (21/3/2020).

Selain sebagai pusat distribusi, Posko Lawan Corona ini juga terus menerima pengumpulan donasi berupa hand sanitizer, masker, sabun cair antiseptik juga dana untuk digunakan pengadaan barang-barang tersebut.

Seluruh keperluan untuk pencegahan virus Corona ini nantinya akan didistribusikan ke masyarakat informal yang kesulitan akses pembelian hand sanitizer, perkampungan padat penduduk di Surabaya dan di luar Surabaya, gerakan ini akan menyasar ke beberapa wilayah di Jawa Timur seperti Krian, Sedati, Lawang, Malang, Pasuruan, Banyuwangi dan Jember dan juga DKI Jakarta yang saat ini sedang dalam posisi paling rawan.

“Dengan percepatan penyebaran virus, maka gerakan cepat dan donasi dari para sahabat-sahabat Indonesia yang peduli sesama sangatlah dibutuhkan. Dan, Posko Lawan Corona siap mendistribusikan,” jelasnya.

Virus Corona yang telah memasuki Indonesia, membuat pemerintah Indonesia melakukan kebijakan social distancing, yakni menjauhi kerumunan dan merumahkan anak-anak sekolah serta sebagian besar para pekerja untuk menghambat laju penularan. Maka dari itu, perlindungan di rumah masing-masing sangat perlu dilakukan.

Perlengkapan seperti hand sanitizer, masker dan sabun cair antiseptic menjadi kebutuhan penting. Sementara itu, kelangkaan bahan membuat harga hand sanitizer melonjak, dan masker menjadi sulit dibeli.

Gerakan kemanusiaan ini dimotori Jatim for Indonesia (JFI) dan Jaringan Arek Ksatria Airlangga (JAKA). Jatim for Indonesia merupakan aliansi multi institusi, lintas iman, lintas generasi serta lintas etnis yang digagas Yayasan Alit sejak 2018 saat menggalang bantuan dan membentuk tim relief tanggap bencana dari Jawa Timur untuk dukungan bagi korban bencana gempa bumi di Lombok dan Sulawesi Tengah.

Sedangkan, Jaringan Arek Ksatria Airlangga adalah kumpulan alumni Universitas Airlangga yang menggagas ide Sejuta Hand Sanitizer Gratis. Kedua komunitas ini bersatu untuk mengetuk hati bagi sesama dan melakukan gerakan untuk membangkitkan kembali Indonesia yang bahagia demi perlawanan terhadap Virus Corona. Dalam waktu dekat, JFI berusaha memenuhi target Hygiene Kits for Kids (HKK) yang rencananya akan disebar di 20 Kabupaten di Jawa Timur, Jawa Tengah, DKI Jakarta dan Bali.

Hingga saat rilis ini dipublikasikan jejaring JFI telah mengupayakan 9000 botol hand sanitizer yang akan dipenuhi secara bertahap. Di jejaring JAKA, 2000 botol telah diupayakan dan saat ini dalam proses untuk persiapan distribusi.

Distribusi hand sanitizer akan dimulai secara bertahap mulai tanggal 21 Maret 2020 dengan langkah awal relawan JFI melakukan pengiriman ke DKI Jakarta dan pembagian kepada masyarakat di wilayah pinggiran rel seputaran Ketintang. Menyusul wilayah dan kota-kota lain.

JFI Members adalah Alit Indonesia, GKI Jatim, Roemah Bhineka, GEMA Indonesia, LEKAS Malang, KP2M Banyuwangi, Sahabat Bumi Sidoarjo, IKA Fisip Unair, Fakultas Syariah UINSA, Hypeabizz Bersatu Surabaya, Surabaya Interfaith, KKA ITS, Arek Jatim Bersatu, Indonesia-Tionghoa Jatim. JAKA Members adalah Alumni Fakultas Hukum Unair Jabodetabek, Alumni SMA/K Surabaya Bersatu, Komunitas Blusukan Surabaya. (tok/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar