Pendidikan & Kesehatan

Jenazah Pasien Covid-19 Diambil Paksa, Ini Kata Polisi

Kapolsek Kalianget, Iptu Maliyanto

Sumenep (beritajatim.com) – Pengambilan paksa jenazah Covid-19 dari RSI Kalianget, Sumenep, diduga dipicu rasa tak percaya keluarga bahwa almarhumah terpapar virus tersebut.

“Dokter di RSI sebenarnya sudah memberikan penjelasan kepada keluarga, bahwa pasien itu terkonfirmasi positif Covid-19. Namun pihak keluarga tidak percaya,” kata Kapolsek Kalianget, Iptu Maliyanto, Senin (25/1/2021).

Menurutnya, akibat dipicu rasa tak percaya itu, keluarga bersikeras untuk memakamkan jenazah dengan prosedur biasa, tanpa protokol Covid-19. “Sebenarnya kami sudah berusaha memediasi. Tapi keluarga korban tetap tidak bersedia dan membawa pulang paksa jenazah agar bisa dimakamkan biasa,” ujarnya.

Kasus itu terungkap setelah viral video berisi pengambilan paksa jenazah pasien Covid-19 dari RSI Kalianget, Sumenep oleh pihak keluarga. Video itu ramai menyebar melalui platform WhatsApp dan media sosial.

Dalam video itu, terlihat jenazah ditutupi tikar, didorong menggunakan tempat tidur pasien yang beroda. Jenazah tersebut diketahui atas nama Hj. SHY (47), warga Desa Nambakor, Kecamatan Saronggi, Sumenep.

Penjelasan dari RSI Kalianget, pasien tersebut masuk ke RSI pada 11 Januari 2021. Pasien sudah pernah diperiksa ke RS Paru Pamekasan dengan diagnosa radang paru-paru. Ketika masuk RSI, pasien tersebut berstatus suspek Covid-19. Pada 12 Januari 2021 dilakukan tes swab terhadap pasien itu. Pada 13 Januari, hasil swab keluar dan dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. [tem/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar