Pendidikan & Kesehatan

Jenazah Pasien Covid-19 Diambil Paksa, Dokter Hanya Berharap Tak Muncul Klaster Baru

Sumenep (beritajatim.com) – Dokter paru di Rumah Sakit Islam (RSI) Kalianget Sumenep, dr Andri Dwi Wahyudi, Sp. P berharap agar tidak tercipta klaster baru, pasca pengambilan paksa jenazah pasien Covid-19 oleh keluarganya dari RSI.

“Kami tim dokter di RSI tentu saja berharap tidak ada keluarga atau orang sekitar yang tertular. Cukup pasien itu saja. Cuma ini kan masalahnya jenazah pasien dibawa paksa keluarga tanpa protokol Covid. Risiko nulari kemungkinan ada,” katanya, Senin (25/01/2021).

Sebuah video berisi pengambilan paksa jenazah pasien Covid-19 dari RSI Kalianget, Sumenep oleh pihak keluarga, ramai menyebar melalui platform WhatsApp dan media sosial.

Dalam video itu, terlihat jenazah ditutupi tikar, didorong menggunakan tempat tidur pasien yang beroda. Awalnya di video itu terlihat di halaman RSI Kalianget, jenazah dikerumuni banyak orang. Suara tangis terdengar dalam video tersebut. Lalu, jenazah didorong hingga jalan raya.

Video lain, jenazah yang didorong menggunakan tempat tidur pasien telah sampai di rumah keluarganya. Dalam rekaman video amatir itu, terlihat ada seseorang pria yang melarang media untuk masuk ke rumah pasien tersebut.

Informasi yang berkembang di warga, jenazah tersebut atas nama Hj. SHY, warga Desa Nambakor, Kecamatan Saronggi, Sumenep.

“Semoga setelah peristiwa itu keluarga sadar, tidak emosi lagi. Kalau ada keluarga yang bergejala, saya sarankan langsung berobat ke Puskesmas atau ke rumah sakit, untuk dievaluasi. Jangan sampai menjadi klaster baru,” saran Andri. [tem/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar