Pendidikan & Kesehatan

‘Jemput Bola’ Jadi Upaya PMI Pamekasan Antisipasi Kekosongan Stok Darah

Pamekasan (beritajatim.com) – Kepala Unit Tranfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Pamekasan, dr Achmad Syafirullah memastikan komitmennya untuk melaksanakan program ‘Jemput Bola’ guna mengantisipasi kekosongan stok darah di unit yang dipimpinnya.

Hal tersebut disampaikan menyusul prediksi kekosongan stok darah di UTD PMI Pamekasan, khususnya pada akhir bulan ini. Apalagi saat ini tengah berada di situasi sulit dengan merabahnya wabah virus corona alias Covid-19 yang mulai mengkhawatirkan.

Tidak hanya bagi masyarakat secara umum, tetapi kondisi tersebut juga dirasakan oleh petugas yang saat ini juga berjuang untuk memastikan ketersediaan darah di unit yang dipimpinnya. “Kita akan tetap berusaha maksimal jemput bola di titik yang bersedia, tentunya dengan tetap menerapkan policy donor pengganti,” kata dr Achmad Syafirullah, Minggu (29/3/2020).

“Sesuai arahan Pak JK (Jusuf Kalla, Ketua PMI Pusat), kita menggunakan standar kewaspadaan dengan fasilitas yang kita miliki. Sekalipun dengan situasi maupun kondisi yang sangat mengkhawatirkan,” sambung pria yang akrab disapa dr Syafi.

Memang saat ini PMI Pamekasan mengeluarkan kebijakan berupa himbauan pendonor pengganti bagi keluarga pasien. Sebab sejumlah jadwal pelaksanaan donor darah terpaksa ditunda akibat adanya wabah virus corona, khususnya di kabupaten Pamekasan.

Hanya saja kondisi tersebut belum berjalan maksimal, sebab beberapa pendonor pengganti ternyata tidak memenuhi syarat untuk melakukan donor darah. Sehingga pihak UTD PMI Pamekasan, berupaya untuk mengantisipasi kekurangan stok darah melalui program Jemput Bola. [pin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar