Pendidikan & Kesehatan

Jempol, Pemuda di Banyuwangi Jadi Relawan Protokol Kesehatan 

Banyuwangi (beritajatim.com) – Hampir setiap hari tanpa mendapat aba-aba, tiga pemuda di Kawasan Kampung Mandar, Banyuwangi bergegas melaksanakan tugasnya. Mereka seolah tergerak menjadi relawan dengan misi menegakkan protokol kesehatan.

Lokasi awal yang menjadi fokus adalah destinasi wisata Pantai Marina Boom. Lokasi ini dipilih, selain berdekatan dengan tempat tinggal para relawan, kawasan ini memang sering dikunjungi para wisatawan.

Tugas mereka, mengingatkan mengimbau sebagai bentuk kepedulian terhadap warga untuk patuh protokol kesehatan. Demi tujuan mengantisipasi lonjakan penularan COVID-19 di destinasi wisata.

Mereka membawa pengeras suara dan membawa masker. Sesekali, selain mengingatkan wisatawan yang berkunjung, mereka juga kerap membagikan masker.

“Bapak ibu ayo pakai maskernya. Ini ada masker yang bisa dipakai. Jangan sampai tertular corona,” ujar relawan (31/5/2021).

Bahkan, tak segan mereka menegur para wisatawan yang bandel atas imbauan dan melanggar prokes. Misalnya, wisatawan biasanya bergerombol, tidak mengatur jarak maupun tak memakai masker.

“Mohon yang bergerombol segera bubar kasih jarak ya. Setiap pengunjung ya foto dibatasi waktunya ya. Gantian dengan yang lain, harus tetap menjaga protokol kesehatan menjaga jarak,” ucapnya dalam imbauan itu.

Pantai Marina Boom memang tak pernah sepi dengan pengunjung. Bahkan, setiap weekend atau hari libur pengunjung penuh sesak memadati area pantai. Sehingga tak menuntut kemungkinan banyak wisatawan yang abai dengan prokes.

Adanya, pemuda ini sangat membantu pengelola dalam hal protokol kesehatan. Apalagi, sentra UMKM, wahana permainan anak tak pernah sepi pengunjung.

“Setiap hari kita keliling. Hanya hari Senin seluruh destinasi wisata libur untuk pembersihan dan sterilisasi menggunakan disinfektan,” terang Ketua Pemuda Adat Mandar, Faisal Rizal, Senin (31/5/2021).

Yang patut diacungi jempol, para pemuda ini ikhlas menjalankan tugasnya. Mereka tanpa embel-embel upah untuk menyebarkan kebaikan kepada wisatawan yang datang. Para sukarelawan yang turut serta memang pemuda pilihan daerah sekitar.

“Destinasi wisata Pantai Marina Boom ini kan berada di kampung Mandar. Maka ya warga Kampung Mandar ya harus menjaga baik itu keamanan hingga kebersihan dari penyakit menular. Kalau tidak, ya siapa yang menjaga,” katanya.

Apresiasi tinggi ditunjukkan oleh pemimpin Banyuwangi, Bupati Ipuk Fiestiandani. Menurutnya, ide dan tindakan yang dilakukan para pemuda tersebut cukup baik.

Selama ini, Banyuwangi hanya mengandalkan perangkat yang memang bertugas untuk pencegahan dan penanggulangan COVID-19 dari instansi terkait. Namun adanya gerakan pemuda ini sangat membantu untuk menjaga destinasi wisata di Banyuwangi.

“Peran serta masyarakat dalam membantu pemerintah menurunkan angka penularan COVID-19 sangat diperlukan. Tentu ini menjadi hal yang positif. Kita butuh masyarakat juga terlibat dalam upaya pemerintah menekan penyebaran virus corona,” jelasnya.

Gerakan ini bisa menjadi contoh baik bagi yang lain. Ipul juga berharap agar ada relawan lain yang memang peduli protokol kesehatan baik di lingkungan keluarga maupun lingkungan warga sekitar.

“Minimal di lingkungan sekitar, atau lebih luas juga lebih baik,” pungkasnya. [rin/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar