Pendidikan & Kesehatan

Jember Memiliki 159 Ruang Isolasi Covid-19, Hanya 3 Berventilator

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Dyah Kusworini

Jember (beritajatim.com) – Kabupaten Jember, Jawa Timur, memiliki 159 ruang isolasi untuk menangani kasus Covid-19. Saat ini, di Jember baru terkonfirmasi 24 kasus positif.

Ada dua jenis ruang isolasi, yakni ruang isolasi dengan tekanan negatif dan ruang isolasi tanpa tekanan negatif. Ruangan tekanan negatif memiliki ventilasi yang menghasilkan tekanan negatif lebih rendah dari lingkungan sekitar, sehingga memungkinkan udara mengalir ke ruang isolasi tetapi tidak keluar ruangan.

Dalam hal ini, udara secara alami akan mengalir dari area dengan tekanan lebih tinggi ke area dengan tekanan lebih rendah, sehingga mencegah udara yang terkontaminasi keluar dari ruangan. Ruangan tekanan negatif ini diperuntukkan pasien dalam pengawasan dan pasien terkonfirmasi positif.

Sementara untuk ruang isolasi tanpa tekanan negatif masih memungkinkan adanya udara masuk setelah difilter sedemikian rupa, sehingga menjadi udara bersih dan dipastikan tak ada kuman terbawa. Ini sebenarnya adalah ruang perawatan biasa yang memenuhi syarat isolasi yang memungkinkan pasien tidak melakukan kontak dengan dunia luar.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Dyah Kusworini mengatakan, ada tiga ruang isolasi dengan tekanan negatif yang dilengkapi ventilator, yakni di Rumah Sakit dr. Soebandi, Rumah Sakit Paru, dan Rumah Sakit Jember Klinik. Sementara ruang isolasi dengan tekanan negatif tanpa ventilator, ada 15 ruang, yakni lima ruang di RS dr. Soebandi, dua di RS Citra Husada, tiga ruang di RS paru, tiga di RS Jember Klinik, dan RS Kaliwates menyiapkan dua ruang.

Sementara itu, ruang isolasi tanpa tekanan negatif berjumlah 141 ruang. “Paling banyak di RS dr. Soebandi sebanyak 56 ruang,” kata Kusworini, dalam rapat dengar pendapat mengenai penanganan Covid-19, di gedung DPRD Jember, Jawa Timur, Selasa (19/5/2020) malam hingga Rabu (20/5/2020) dini hari.

Menurut Kusworini, pasien yang masuk ke ruang isolasi jenis tertentu akan dipilih, sesuai dengan kondisi dan kegawatannya. “Ada ketentuannya dalam tata laksana penanganan Covid-19 di rumah sakit,” katanya.

Ketua DPRD Jember Itqon Syauqi berharap tak ada ledakan pasien konfirmasi positif. “Kami sangat cemas dan khawatir, nauzubillah, kami tidak ingin ada ledakan pasien positif sehingga rumah sakir rujukan yang ada overload,” katanya. [wir/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar