Pendidikan & Kesehatan

Jelang Tahun Ajaran Baru, 50 % Guru Kemenag Ponorogo Belum Divaksin

Kepala Kantor Kemenag Ponorogo, Syaikhul Hadi. (Foto/Endra Dwiono).

Ponorogo (beritajatim.com) – Menjelang tahun ajaran baru, sekolah dibawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) bakal menggelar pembelajaran tatap muka (PTM). Untuk merealisasikan hal tersebut, tenaga pendidiknya diharuskan sudah melakukan vaksinasi Covid-19.

Yang menjadi masalah, banyak guru atau tenaga pendidik dibawah naungan kantorĀ  Kemenag Ponorogo belum divaksin. Berdasarkan data dari Kantor Kemenag Pono, dari 4.700 guru, ada sekitar 50 persen yang belum menjalani vaksinasi.

“Guru-guru kami yang sudah menjalani vaksinasi sekitar 2.400 orang,” kata Kepala Kantor Kemenag Ponorogo, Syaikhul Hadi, Minggu (13/6/2021).

Sampai bulan Juni ini, kata Syaikhul perbandingannya 50:50 antara guru yang sudah divaksi atau belum. Sisa guru yang belum divaksin, masih dilakukan penjadwalan ulang dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo. Dia berharap sebelum PTM digelar, seluruh tenaga pendidik dibawah naungan Kantor Kemenag Ponorogo sudah menjalani vaksinasi.

“Vaksinasi ini penting untuk tenaga pendidik, sebab menjadi salah satu syarat untuk menyelenggarakan PTM pada tahun ajaran baru nanti,” katanya.

Syaikhul menyebut untuk pondok pesantren yang didalamnya ada madrasah ibtidaiyah hingga madrasah aliyah, tenaga pendidiknya termasuk sasaran vaksinasi, sebab mereka kategori petugas pelayanan publik. Sementara untuk ustaz yang mengajar di pondok pesantren sedang menunggu giliran. Sedangkan untuk pengasuh pondok, sebagian sudah melakukan vaksinasi.

“Tokoh agama dan pengasuh pondok sudah vaksinasi. Sedangkan untuk ustaz atau ustazah masih menunggu giliran,” pungkasnya. (end/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar