Pendidikan & Kesehatan

Jelang Ramadhan, Stok Darah di UDD PMI Kabupaten Mojokerto Menipis

Mojokerto (beritajatim.com) – Jelang bulan suci ramadhan, stok darah di Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (UDD PMI) Kabupaten Mojokerto menipis. Per 8 April 2021, stok darah di UDD PMI Kabupaten Mojokerto hanya sebanyak 24 kantong.

Sebanyak 24 kantong tersebut terdiri dari golongan darah A sebanyak tiga kantong, golongan darah B sebanyak delapan kantong, golongan darah O sebanyak enam kantong dan golongan darah AB sebanyak tujuh kantong. Kondisi tersebut terjadi sejak pandemi Covid-19 melanda.

“Belum aman (stok darah 24 kantong, red). Tapi masih bisa mencukupi kebutuhan RS saat ini. Oleh karena itu, kami terus menghimbau masyarakat untuk donor darah selama bulan puasa,” ungkap Kepala UDD PMI Kabupaten Mojokerto, dr Deny Setiawan, Kamis (8/4/2021).

Jelang bulan ramadhan dan lebaran, kebutuhan darah dinilai cukup banyak dibutuhkan masyarakat. Mengaca dari pengalaman bulan ramadhan dan lebaran tahun 2020 lalu, banyak masyarakat yang membutuhkan darah. Namun karena pandemi Covid-19 sehingga stok darah tidak banyak.

“Iya. Seperti tahun lalu. Kami mengadakan donor darah di desa-desa setelah buka puasa. Biasanya jam 19.00 atau setelah sholat tarawih. Donor darah termasuk amalan shodakoh tertinggi. Karena menyumbangkan anggota tubuh kita, yaitu darah,” katanya.

Sehingga selain menggelar donor datang dengan jemput bola, UDD PMI Kabupaten Mojokerto juga mengantisipasi dengan cara orang yang membutuhkan darah harus membawa donor pengganti. Ini lantaran jemput bola yang digelar dinilai tidak maksimal saat pandemi.

Jika sebelum pandemi di satu lokasi, bisa sampai 50 kantong sampai 100 kantong. Namun saat pandemi hanya 20 kantong sampai 30 kantong saja. Ini lantaran vaksinasi membuat pendonor tidak bisa mendonorkan darahnya, dibutuhkan enam minggu untuk bisa kembali donor.

Meski begitu, UDD PMI Kabupaten Mojokerto tetep memberikan pelayanan kepada masyarakat di luar Kabupaten Mojokerto. Ini lantaran, UDD PMI Kabupaten Mojokerto bahu membahu dengan UDD kota lain memberikan pelayanan kepada masyarakat meski luar Kabupaten Mojokerto.

“Untuk menarik minat masyarakat donor darah di bukan puasa, kami memberikan tambahan bingkisan berupa pakat sembako bagi mereka yang donor darah. Ini sebagai bentuk agar masyarakat tetap donor darah saat bulan puasa,” ujarnya.

UDD PMI Kabupaten Mojokerto pun menggandeng komunitas seperti pengurus gereja dan takmir masjid. Dengan menggandeng takmir masjid agar bisa melakukan donor darah setelah sholat tarawih dan saat ini di beberapa gereja sudah berjalan donor darah.

“Kami menghimbau kepada masyarakat untuk tetep donor darah saat bulan puasa. Harapannya agar stok darah di UDD PMI Kabupaten Mojokerto aman selama bulan puasa dan lebaran. Karena pengalaman kebutuhan darah terbanyak saat satu minggu jelang lebaran dan satu minggu sesudah lebaran,” tegasnya. [tin/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar