Pendidikan & Kesehatan

Jelang Pilkada, Surabaya Genjot Operasi Pelanggar Prokes

Foto ilustrasi

Surabaya (beritajatim.com) – Dua kepolisian wilayah hukum Surabaya gencar operasi yustisi protokol kesehatan (prokes). Gencarnya ops ini dikarenakan Kota Surabaya mendekati pemilu kada serentak 2020 pada 9 Desember lusa. Langkah ini guna meminimalis penyebara virus Corona di saat pencoblosan. Ops sendiri menyasar warga yang tongkrong malam dan berkerumun tanpa prokes.

AKBP Ganis Setyaningrum, Kapolres KP3 Tanjung Perak Surabaya menjelaskan, selain ke pasar tradisional dan modern, petugas juga menyasar tempat tongkrongan seperti di Jembatan Suramadu. Sebab masih banyak warga yang kurang sadar akan menjaga jarak dan penjual juga tak sedikit yang belum menyediakan perlengkapan cuci tangan.

Petugas Kepolisian bersama TNI dan Pemkot Surabaya saat menggelar operasi Yustisi di Surabaya, Senin (7/12/2020).(Manik Priyo Prabowo)

“Sejauh ini kesadaran warga akan memakai masker sudah lebih baik. Habit baik akan masker sudah terbentuk, tinggal meningkatkan kebiasaan jaga jarak dan cuci tangan. Sehingga penegasan dilakukan kesemua pengusaha yang belum tertib prokes,” paparnya saat gelar pasukan pengamanan Pilkada Serentak 2020 di Mapolres KP3 Tanjung Perak Surabaya, Senin (7/12/2020).

Tak berbeda jauh dengan Polrestabes Surabaya yang menjadi perwakilan Polri di wilayah hukum Kota Surabaya. Penindakan saat ops prokes dilakukan ke warga yang masih belum sadar akan 3M. Termasuk pemakaian masker yang dilakukan pengendara, pengunjung mall, dan tempat usaha lainnya.

Bahkan, guna meningkatkan proteksi penyebaran Covid-19, Polrestabes Surabaya membuat program tangguh. Salah satunya yakni hotel tangguh, pasar tangguh, warkop tangguh, pariwisata tangguh dan temoat usaha tangguh lainnya. “Dengan seperti ini penekanan terhadap prlanggaran prokes akan berjalan. Pelanggaran sejauh ini lebih sedikit, meski ada yang melanggar tak sebanyak dan sebandel awal pandemi,” jelas Kabag Ops Polrestabes Surabaya AKBP Anton Elfrino Trisanto kepads jurnalis.

Selain menumbuhkan habit baik ke warga, para pengusaha juga menjadi kunci pencegahan penyebaran virus. Melalui stiker atau poster di temoat usaha, maka setiap pelanggan atau pengunjung akan diingatkan pentingnya 3M. Sedangkan tempat usaha yang belum tersentuh, petugas mendatangi lokasi dan mengimbau pemasangan stiker atau rambu 3M ini. [man/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar