Pendidikan & Kesehatan

Studium Generale FIB Unair

Jejak Jepang Masih Terekam di Memori Kota Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) – Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Airlangga(Unair) menggelar Studium Generale yang bertema Komunitas Jepang di Surabaya pada masa Hindia Belanda, Kamis (21/3/2019).

Studium Generale ini merupakan salah satu acara dari rangkaian agenda Dies Natalis Departemen Ilmu Sejarah Unair yang ke-21. Dilaksanakan sebagai wahana menambah wawasan mahasiswa tentang dinamika sejarah perkotaan di Surabaya.

Dalam acara tersebut, menghadirkan pembicara yang konsen mengkaji sejarah orang-orang Jepang di Hindia Belanda, yakni Meta Sekar Puji Astuti Ph, D. Dan dimoderatori oleh Samidi M Baskoro.

Disebutkan oleh Meta bahwa kajian tentang periode pendudukan Jepang di Hindia Belanda tidak sekedar tiga tahun melainkan jauh sebelum itu, tepatnya pada era Kaisar Meiji. Sejak itu pula, banyak peristiwa juga jejak yang terekam dan ditinggalkan di Hindia Belanda. Terutama dalam aspek Ekonomi.

“Sangatlah keliru jika kemudian bilang kajian tentang sejarah Jepang di Indonesia hanya seumur jagung sehingga tidak banyak yang bisa diteliti. Jepang disini tidak hanya sekedar tiga tahun, tapi jauh sebelum itu, di era kaisar Meiji, sudah masuk ke Indonesia. Itu terbukti dengan ada sekitar 700 orang Jepang di surabaya. Bahkan mereka mendirikan toko-toko dan berdagang berbagai komoditas, sangat kuat pengaruhnya,” paparnya

Disisi lain, kekuatan ekonomi yang dibangun juga tidak terlepas daripada keuletan dalam berdinamika orang-orang Jepang pada kala itu. Mereka memiliki produk-produk buatan asli Jepang dan mendirikan toko yang kemudian sangat fenomenal pada masa pendudukan Hindia Belanda.

“Toko Cioda itu adalah bukti betapa jejak Jepang terekam kuat dalam memori kota Surabaya. Toko Cioda ini memiliki daya saing yang sangat kuat. Mereka bahkan sampai buka cabang di beberapa daerah, misalnya, di Bandung. Selain itu, barang yang dijual adalah barang-barang produksi Jepang,” imbuh Meta.

Banyak hal yang dekat dengan kehidupan masyarakat, ternyata awal mulanya adalah hasil ciptaan produksi orang-orang Jepang. “Kalau kalian tahu, obat nyamuk yang kita pakai sampai hari ini, awal yang buat adalah orang jepang. Merk obat nyamuk yang terkenal dan laris saat itu adalah obat nyamuk Tjap Ayam,” jelas Meta.

Di akhir pemaparannya, dosen Ilmu Sejarah Universitas Hasannudin menyampaikan betapa pentingnya sejarah bagi kehidupan bersama. “Sejarah pasti berulang. Oleh karena itu, sejarah itu sangat penting. Dalam konteks ini, kita bisa ambil banyak pelajaran dari aktivitas ekonomi orang-orang Jepang. Karena sejarah itu bisa jadi bahan belajar di masa lalu, dan untuk bekal menjalani masa depan,” pungkasnya. [adg/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar