Pendidikan & Kesehatan

Jangan Takut Donor Darah, PMI Surabaya Jamin Aman dari Virus Corona

Surabaya (beritajatim.com) – Ditetapkannya Virus Corona Covid 19 sebagai pandemi dunia berdampak multiplayer sektor tak terkecuali PMI. Penerapan social distancing atau limitation movement membuat banyak orang menghindari aktivitas berkumpul dan berkerumun di ruang publik.

Hal itu menyebabkan jumlah pendonor PMI Kota Surabaya terkoreksi atau berkurang sebanyak 60 persen. Kepala Unit Transfusi Darah PMI kota Surabaya Dr Budi Arifah menghimbau agar masyarakat kembali mendonorkan darahnya, karena pihak PMI telah memiliki skema donor aman.

“Kami dari PMI juga mengambil peran Pencegahan penyebaran Covid 19 jadi kami juga memikirkan bagaimana amannya bagi para mendonor sehingga mereka kembali mendonor dan tidak cemas akan tertular,” ujar Dr Arifah, Kamis (19/3/2020) di Gedung PMI Kota Surabaya.

Skema donor aman yang dimaksud adalah para pendonor bisa mendonorkan darahnya ke PMI seperti biasa. Pihak PMI pun akan memberikan akses yang memungkinkan pendonor tidak datang berbondong-bondong dengan melakukan reservasi melalui telepon terlebih dahulu.

“Monggo donor, seperti air mengalir tidak perlu berbondong bondong. Maksimal bergerombol 10 orang, setelah itu baru buka lagi, nanti bisa berkoordinasi terlebih dahulu melalui telepon,” tukasnya.

Setiap Cabang PMI Kota Surabaya memiliki 12 bed atau kasur sehingga bisa menampung 5-6 pendonor dalam sekali proses. Serta diberlakukan 3 shift yang siap melayani nonstop 24 jam.

“Sekarang ada 3 shift yang siap melayani 24 jam agar pendonor tidak bergerombol. Kami juga menerapkan, sistem distancing, 1 ruangan ada 12 bed tetapi kami fungsikan berjarak jadi hanya 5-6 bed yang digunakan,” terang dr Arifah.

Selain itu, darah yang masuk atau diterima akan dilakukan skrining terlebih dahulu di laboratorium untuk memastikan darah tersebut sehat dan tidak mengandung virus apapun sebelum didonorkan kepada pasien yang membutuhkan.

“Tidak perlu khawatir, karena setiap darah yang terkumpul tidak akan langsung diberikan ke pasien tetapi melewati skrining laboratorium untuk memastikan darahnya sehat,” tambahnya.

Terlebih lagi, semua proses yang dilakukan di PMI dilakukan dengan aman dan sesuai standart yang berlaku, yakni dengan menyemprotkan disinfekstan di seluruh ruangan, penerapan thermal detektor, mengoptimalkan penggunaan APD oleh karyawan, ahli dan dokter di PMI dan menerapkan gerakan cuci tangan.

“Permintaan 1200 kantong dari Madura dan Kabupaten Malang, saat ini tidak bisa kami layani karena fokus ke Surabaya terlebih dahulu. Oleh karenanya jangan takut donor darah, kami sudah siapkan skema donor darah aman,” pungkasnya. [adg/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar