Pendidikan & Kesehatan

Jam Malam di Kota Mojokerto, Ingat Aturan-aturannya

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari.

Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto kembali memberlakukan jam malam, pedagang diminta untuk mematuhi protokol kesehatan. Selain itu, Pemkot Mojokerto memastikan akan menghidupkan kembali 17 sektor kehidupan kendati jumlah kasus positif Covid-19 terus bertambah.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengatakan, pemberlakuan jam malam tersebut tertuang dalam Peraturan Wali Kota Nomor 47 Tahun 2020. “Tetap mereka boleh buka, kan ini sudah sesuai Perwali bagaimana seluruh sektor kehidupan kita aktifkan kembali,” ungkapnya, Jumat (10/7/2020).

Masih kata Ning Ita (sapaan akrab, red), warga Kota Mojokerto dihimbau agar mematuhi protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. Terlebih pada saat aktivitas jual beli atau berdagang, di perkantoran maupun tempat beribadah. Untuk itu, Pemkot Mojokerto akan bersinergi dengan jajaran samping.

Suasana Jalan Majapahit Kota Mojokerto.

“Dengan catatan protokol kesehatan harus dilakukan secara ketat. Panduan terkait itu sudah tertuang semuanya di 17 sektor yang ada di Perwali 47. Nah kami sinergi dengan Kapolresta, Dandim bagaimana agar masyarakat lebih disiplin, maka kita bergerak bersama-sama,” katanya.

Jika ada pelanggaran, lanjut Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini, akan dilakukan penindakan secara bersama.

Sementara itu, Kapolresta Mojokerto, AKBP Deddy Supriadi menambahkan, pihaknya akan memback up pemerintahan dalam upaya untuk melakukan pencegahan penyebaran Covid-19 di Kota Mojokerto dengan penertiban pendisiplinan masyarakat secara optimal.

“Kita berlakukan jam malam operasional daripada tempat-tempat masyarakat yang berkerumun. Contohnya restoran, pertokoan yang sudah beroperasi dan tempat-tempat umum lainnya seperti Alun-alun. Upaya ini dilakukan dengan tujuan agar potensi penularan tidak terjadi secara masif di Kota Mojokerto,” ujarnya.

Mengingat khususnya malam Sabtu dan malam Minggu, tegas mantan Kapolres Sumenep ini, aktifitas masyarakat sangat tinggi akhir-akhir ini di Kota Mojokerto. Seperti bersepeda dan nongkrong, namun tidak memperhatikan protokol kesehatan. Seperti memakai masker dan menjaga jarak.

“Bersepeda bagus. Tapi kebanyakan gowesnya sebentar, nongkrongnya yang dilamain. Nongkrong boleh saja tapi tetap jaga jarak dan gunakan masker, misal di restoran satu meja isi 4 biasanya sekarang jadi hanya berdua,” tegasnya. [tin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar