Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Jalani Hidup, Kedepankan Akhlak

KH Fauzan Badruddin, menyampaikan materi Ngaji Akhlak dalam ajang internasional Pekan Ngaji 7 Pesantren Bata-Bata, Jum'at (7/1/2022).

Pamekasan (beritajatim.com) – Ngaji Akhlak menjadi salah satu materi penting dalam ajang internasional bertajuk Pekan Ngaji 7 Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, Desa Panaan, Kecamatan Palengaan, Pamekasan.

Bahkan dari puluhan materi yang digagas pada ajang yang digelar selama 10 hari kedepan, terhitung sejak Rabu hingga Jumat (5-14/1/2022) mendatang. Tiga di antaranya merupakan materi Ngaji Akhlak, satu lainnya materi Ngaji Akhlak Tasawuf.

Dari tiga materi tentang akhlak tersebut, digelar selama dua hari beruntun, Kamis hingga Jumat (6-7/1/2022) dengan menghadirkan tiga pemateri berbeda. Masing-masing KH Fauzan Badruddin membahas materi ‘Akhlak Kepada Orang Tua’.

Sedangkan pemateri Ngaji Akhlak lainnya, KH Khori Muslim membahas tema ‘Akhlak Kepada Guru’, serta Habib Muhammad Al-Habsyi yang diplot mengisi materi Ngaji Akhlak Tasawuf dengan tema ‘Hubungan Batin Murid terhadap Guru’.

“Sebagai seorang muslim, kita harus selalu mengedepankan akhlak di manapun dan kepada siapapun. Utamanya kepada kedua orang tua kita, para guru dan orang lain sesuai dengan jargon masyarakat Madura; Bhapak, Bhabuk, Guru, Rato,” kata KH Fauzan Badruddin.

Selain itu, pihaknya juga menyampaikan jika akhlak sebagai ilmu utama yang harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. “Artinya dalam setiap mejalani kehidupan ini, kita harus selalu mengedepankan akhlak,” ungkapnya.

“Maka dari itu, sesukses apapun posisi kita, harus tetap berbakti kepada kedua orang tua dan jangan sampai melupakan mereka. Hal itu tentunya juga harus dilakukan kepada para guru kita yang sudah mengajarkan berbagai jenis ilmu,” imbuhnya.

Tokoh muda yang familiar disapa Kiai Fauzan, juga mengingatkan agar selalu mengedepankan akhlak kepada orang tua dan guru sekalipun posisi kita sudah dikatagorikan sukses. “Sesukses apapun kita ini, anak tetaplah anak, murid tetaplah murid,” tegasnya.

“Maka dari itu, jagalah akhlak kita dan jangan sampai menyakiti kedua orang tua dan guru-guru kita. Sebab menyakiti hati kedua orang tua dan guru, kita tidak akan pernah mengalami yang namanya kesuksesan,” jelas putra dari KH Badruddin.

Sekedar diketahui, Pesantren Bata-Bata merupakan lembaga pendidikan Islam yang mengedepankan pada aspek akhlak atau etika. Salah satunya dibutuhkan dengan adanya jargon ‘Kesopanan Lebih Tinggi Nilainya daripada Keceedasan’, terpajang jelas di kompleks pesantren. [pin/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar