Pendidikan & Kesehatan

Jagong Bayi, 45 Orang di Kepatihan Terpaksa Harus Isolasi Mandiri

Jalan masuk RT 01 RW 06 Kelurahan Kepatihan yang sebelumnya diportal oleh warga. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Warga di RT 01 RW 06 di Kelurahan Kepatihan dibuat was-was, setelah satu warganya dinyatakan positif Covid-19. Terlebih, yang terkonfirmasi positif tersebut baru saja melahirkan. Dimana dalam adat jawa, setiap ada yang melahirkan, tetangga melakukan jagong bayi atau membesuk ibu dan bayinya.

“Beberapa hari setelah melahirkan, hasil swab keluar, yang menyatakan ibu bayi itu positif,” kata salah satu warga Sudarmaji, Selasa (6/10/2020).

Sudarmaji menyebut jika warga yang melakukan jagong bayi tersebut bungung, mereka takut jika tertular. Kejadian tersebut akhirnya dilaporkan ke satgas Covid-19 kelurahan. Untuk memutus mata rantai penularan, disepakati bagi yang melakukan kontak langsung dengan pasien positif atau melakukan jagong bayi dilakukan isolasi mandiri.

“Ada sekitar 45 orang yang melakukan isolasi mandiri. Sedangkan ada 5 orang yang kontak erat atau keluarganya, hari ini dan kemarin sudah dilakukan swab,” katanya.

Sementara itu Lurah Kepatihan Mastinah menyebut sebelumnya warga melakukan pemportalan di perbatasan jalan RT 01 RW 06. Itu dilakukan karena warga yang melakukan isolasi mandiri disitu tidak taat pada protokol kesehatan. “Warga yang berbatasan dengan RT 01 ketakutan, sehingga mengambil kebijakan untuk dilakukan pemportalan,” katanya.

Namun setelah ada rundingan lagi dengan warga, dan sudah ada bantuan dr satgas Covid-19 kecamatan dan Dinas Kesehatan akhirnya portal itu dibuka. Rencananya akan ada tes swab untuk 46 orang yang tercatat melakukan kontak langsung tersebut. “Doakan semoga swabnya nanti hasilnya negatif semua,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, ada satu pasien terkonfirmasi positif berjenis kelamin perempuan asal kecamatan Ponorogo. Dia punya riwayat dari Surabaya. Ini merupakan pasien post partum (melahirkan) di hari ke 7. Berawal dari bayinya yang berusia 7 hari ada keluhan diare, kemudian di rapid tes hasilnya reaktif. Karena hasil tersebut, akhirnya bayi dan ibunya dilakukan Swab Test.

“Hasilnya adalah ibunya dinyatakan konfirmasi Covid-19, sedangkan bayinya masih menunggu, belum keluar hasilnya,” kata Pjs Bupati Soedjarno. (end/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar