Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Jadwal Perkuliahan Tatap Muka Unej Jember Diundur Jadi 21 Maret

Slamin, Wakil Rektor I Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni Unej.

Jember (beritajatim.com) – Jadwal perkuliahan tatap muka atau luring di Universitas Jember, Kabupaten Jember, Jawa Timur, diundur dari 1 Maret menjadi 21 Maret 2022. Rektorat tidak berani ambil risiko.

Humas Unej melansir, pilihan menunda perkuliahan tatap muka ini diambil karena muncul lagi penderita Covid-19 di kampus serta penetapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 di Jember.

Langkah penundaan perkuliahan tatap muka juga diambil oleh beberapa perguruan tinggi negeri di kota-kota lain di Jawa Timur. “Setiap kebijakan yang kami ambil sudah melalui pertimbangan yang matang berdasarkan situasi dan kondisi yang ada serta berkoordinasi dengan semua stake holder,” kata Slamin, Wakil Rektor I Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni Unej.

Universitas Jember selalu merencanakan matang setiap kegiatan, baik kegiatan akademik maupun non akademik pada masa pandemi. Rektorat tidak bisa gegabah, karena jumlah mahasiswa mencapai 40 ribu orang lebih dan ditambah dosen dan karyawan yang memunculkan potensi konsentrasi massa.

Slamin mengatakan,Unej selalu berkoordinasi dengan semua pihak, seperti Tim Tanggap Darurat Kesiapsiagaan Bencana Covid-19 Universitas Jember. “Kami juga berkoordinasi dengan Satuan Tugas Penanggulangan Covid-19 Pemkab Jember dan pihak lain untuk meminimalkan risiko bertambahnya penderita Covid-19. Keamanan dan kesehatan sivitas akademika dan warga Jember menjadi yang utama,” katanya.

Berpijak pada prinsip mengutamakan keamanan dan kesehatan sivitas akademika Universitas Jember dan warga Jember ini yang membuat Universitas Jember masih memilih wisuda secara daring atau hibrid, Sabtu (5/3/2022).

“Jika dilaksanakan secara luring maka ada 900 wisudawan, ditambah dengan orang tua, kerabat dan kolega yang jika ditambahkan maka jumlah totalnya bisa dua hingga tiga kali lipat jumlah wisudawannya. Belum dengan keberadaan panitia dan penggembira lainnya. Oleh karena itu wisuda secara daring atau hibrid masih menjadi pilihan yang paling aman,” kata Rektor Unej Iwan Taruna. [wir/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar