Pendidikan & Kesehatan

Jadwal Masuk Sekolah di Jember 5 Juli, Ribuan Guru Belum Divaksin

Kepala Dispendik Jember Bambang Hariono

Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, mencanangkan pembelajaran tatap muka di sekolah bakal terlaksana pada 5 Juli 2021. Namun sejauh ini belum semua guru sekolah dasar dan sekolah menengah pertama yang menjadi kewenangan pemkab mendapatkan vaksinasi.

Kabupaten Jember sudah mendapat pasokan vaksin untuk sekitar 140 ribu warga dan program vaksinasi sudah terlaksana sekitar 89 persen. Sebanyak 125.807 warga Kabupaten Jember sudah disuntik vaksin.

Sementara untuk lingkungan sekolah, sebanyak 9.795 orang dari 12.978 orang guru sudah divaksin. Dari 4.822 orang guru sekolah menengah pertama yang terjadwal vaksinasi, 3.308 orang sudah menerima vaksin. Dari 8.156 orang guru sekolah dasar yang terjadwal, sebanyak 6.487 sudah divaksin. Sementara untuk tingkat sekolah menengah atas, 196 orang guru sudah divaksin.

“Untuk SMA adalah program dari gubernur yang dititipkan kepada pemerintah kabupaten yang harus dilakukan, terkait pembelajaran yang insya Allah akan dilakukan pada 5 Juli 2021,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Wiwik Supartiwi.

“Sebanyak 4.822 orang (guru) sedang dalam penjadwalan yang dilaksanakan pada Senin dan Selasa. Kami terus melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan, mengingat saat persiapan tatap muka, tim satuan tugas Covid diwajibkan ikut menentukan kelayakan SD dan SMP untuk segera dilaksanakan simulasi pembelajaran tatap muka,” kata Wiwik.

Menurut Wiwik, banyak yang sudah memenuhi syarat pembelajaran tatap muka. “Kami juga hadir di lingkungan pondok di Yayasan IBU (Islam Bustanul Ulum), di sana dari sistem alur masuk, sarana prasarana sudah tersedia rapi, dan sumber air mengalir deras,” katanya.

Ketua Komisi D DPRD Jember Hafidi Cholish menilai, syarat kesiapan pembelajaran tatap muka belum terlihat. “Sementara waktunya 5 Juli 2021. Contoh: untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka, semua guru dan staf kependidikan sudah harus divaksin. Cukupkah waktu untuk menyelesaikan pelaksanaan vaksin, karena kayaknya tidak semua guru SD dan SMP selesai divaksin,” katanya.

Hafidi mempertanyakan validasi data guru SD dan SMP di Jember. Apalagi menurut keterangan Dinas Pendidikan, jumlah guru SD yang masuk sistem data internal adalah 11.005 orang dan yang tertolak sistem sebanyak 1.172 orang guru karena kesalahan nomor induk kepegawaian atau kesalahan administratif lainnya. Ini artinya belum semua guru terjadwal vaksinasi.

“Sepertinya Dinas Pendidikan belum siap melaksanakan PTM. Dinkes hanya menerima usulan Dinas Pendidikan. Dari 12 ribu sekian tenaga pendidik SD kenapa yang diusulkan untuk divaksin hanya delapan ribu sekian,” kata anggota Komisi D Ardi Pujo Prabowo.

Hafidi meminta agar vaksinasi untuk guru-guru sekolah di bawah Kementerian Agama juga diperhatikan. “Kalau program sekarang PTM (Pembelajaran Tatap Muka), monggo semua diarahkan ke PTM. Oleh karena itu data sasaran kita, berapa guru TK, SD, SMP. Dinas Kesehatan harus utuh bicara tentang vaksin,” katanya.

Wiwik mengatakan, sebanyak 480 guru madrasah ibtidaiyah sudah terjadwal vaksinasi pada 22 April lalu. Namun Hafidi minta Dinkes jemput bola agar pembelajaran tatap muka benar-benar terlaksana. “PTM ini ruwet,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Jember Bambang Hariono percaya diri PTM siap dilaksanakan. “Saya pikir nanti tinggal validasi data. Data kan dari sekolah juga. Nanti kami validasi lagi dan dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan,” katanya.

Vaksinasi untuk para guru sudah selesai 75 persen. Bambang menyerahkan vaksinasi untuk para guru sisanya kepada Dinkes. “Saya menyiapkan data. Tapi (PTM) tetap jalan kalau (capaian vaksinasi) 90 persen. Daripada tertunda,” kara Bambang.

Mengenai infrastruktur protokol kesehatan, Bambang menegaskan, hampir semua sekolah siap. “Memang ada beberapa yang belum siap, yang belum menerima bantuan. Ya bisalah nanti pakai BOS (Bantuan Operasional Sekolah),” katanya. [wir/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar