Pendidikan & Kesehatan

Jadi Mitra Unair dalam UTBK, Untag Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

Surabaya (beritajatim.com) – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya kembali menjadi mitra pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) – Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) Universitas Airlangga.

Ini merupakan kali kedua Untag Surabaya dipercaya sebagai Universitas Mitra UTBK Unair. Dijadwalkan akan ada 720 peserta yang mengikuti UTBK di Untag Surabaya dalam kurun waktu pelaksanaan UTBK sejak Minggu hingga Jumat (5-10/7) depan.

Untuk lokasi UTBK, Untag Surabaya mensentralkan pelaksanaan di Laboratorium Bersama, Gedung Graha Widya lantai dasar. Ada 4 ruang komputer yang digunakan: Ruang 101 hingga Ruang 104.  “Tiap harinya ada 2 sesi ujian yang berlangsung, kecuali hari Jumat hanya berlangsung satu sesi pagi saja,” ungkap Dwi Harini Sulistyawati, Kepala Biro Akademik Untag Surabaya.

Namun, berbeda dengan tahun sebelumnya, pelaksanaan UTBK kali ini menerapkan Protokol Kesehatan guna menghindari penyebaran Covid-19. Olehnya, hanya digunakan setengah dari kuantitas ruangan. Dijelaskan oleh Rini, “harusnya bisa digunakan sejumlah 30, tapi karena mengikuti Protokol Kesehatan hanya bisa dipakai 15.”

Selain itu, peserta diwajibkan memakai masker serta akan dicek suhu badan terlebih dahulu. Ambang batas suhu sekitar 37,5 derajat celcius, apabila lebih dari itu maka akan dipulangkan. Sementara itu, berdasarkan himbauan dari Pemkot Surabaya, peserta UTBK juga diwajibkan membawa hasil rapid test.

“Untuk beberapa peserta yang tidak membawa hasil rapid test, biasanya peserta dari luar kota yang cukup kesulitan mencari rapid test di daerah, bisa melakukan rapid test di Untag Surabaya,” tutur Rini. Sejauh ini, dijelaskan oleh Rini, terhitung sejumlah 27 peserta telah melakukan rapid test di Poliklinik Untag Surabaya.

“Alhamdulillah semuanya non-reaktif,” ungkapnya. Apabila ditemukan peserta dengan hasil rapid test reaktif, peserta akan dipulangkan dan berkesempatan melakukan penjadwalan ulang ujian UTBK.

Setelahnya, peserta diarahkan menuju ruang transit sebelum memasuki ruang ujian. Kursi di ruang transit juga sudah diatur sedemikian rupa dengan jarak 1 meter.

“Sebelum memasuki ruang ujian, peserta kembali di cek suhu badan, kemudian cuci tangan, dan kembali diberikan hand sanitizer,” papar Rini. Kemudian, peserta diwajibkan memakai sarung tangan kesehatan yang telah disediakan saat memulai ujian. Sebelum pelaksanaan tes ditiap sesinya, ruangan juga disterilkan dengan disinfektan. (ted)






Apa Reaksi Anda?

Komentar