Pendidikan & Kesehatan

Jadi Korban Hoaks Virus Corona, Mahasiswa Ini Layangkan Somasi

Laili Nadhifatul Fikriya, Mahasiswi S2 di International Relations Shandong University, China bersama Sri Astutik.

Sampang (beritajatim.com) – Sri Atutik bersama Laili Nadhifatul Fikriyah, Warga Dusun Pesanggrahan Desa Rapa Laok Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Madura, melayangkan surat somasi kepada pihak Rumah sakit maupun Dinas Kesehatan Kabupaten setempat. Keduanya merasa dirugikan nama baik beserta keluarganya dengan adanya penyebaran informasi hoaks tentang virus corona,

Laili Nadhifatul Fikriya, Mahasiswi S2 di International Relations Shandong University, China itu mengaku, tujuan melayangkan surat somasi tersebut hanya untuk membersihkan nama baik dirinya beserta keluarganya. Hal terucap lantaran beberapa hari lalu muncul informasi pemberitaan yang dinilainya tidak valid kebenarannya (hoaks) yang perlu diklarifikasi oleh pihak rumah sakit maupun Dinkes Sampang.

“Pihak yang bersangkutan untuk mengklarifikasi secara langsung bahwa berita yang beredar itu hoaks yang sudah tersebar ke semua orang dan sejumlah group medsos,” katanya, Kamis (13/2/2020) kemarin.

Selain itu, Laili mengaku, somasi yang ditujukan kepada oknum yang berada di bawah kerja pihak rumah sakit maupun Dinkes kabupaten setempat, agar meminta maaf kepada keluarganya.

“Hal ini tidak etis sekali, pihak medis yang seharusnya menjadi sumber informasi terpercaya malah menyebarkan suatu informasi yang meresahkan masyarakat. Padahal informasi yang disebar belum tentu valid,” ujarnya.

Sementara Kapala RSUD Muhammad Zyn Sampang, Titin Hamidah membenarkan adanya surat somasi yang dilayangkan warga Omben. Bahkan pihaknya menegaskan, dari informasi yang menduga terdapat pasien suspect corona diakuinya tidak benar.

“Kami tegaskan tidak ada pasien suspect corona di RSUD, yang ada hanya pasien demam, paru, dan semacamnya. Yang jelas berita itu tidak benar dan hoaks. Informasi hoaks itu juga tidak menyebutkan nama maupun alamat,” jelasnya.

Sejauh ini, pihaknya mengaku sudah menindaklanjuti di internal, bahkan kabar isu tersebut kini sudah klir.

“Kami sudah rapatkan di internal dan sudah tidak ada masalah karena sudah diklarifikasi bahwa di RSUD tidak ada pasien suspect corona,” tegasnya.

Sekadar diketahui, beberapa hari lalu, merebak isu dari sebuah percakapan medsos WA adanya pasien suspect corona di IGD RSU dr Muhammad Zyn Sampang. Secara langsung, kondisi itu berdampak terhadap keluarga Sri Astutik Warga Dusun Pesanggrahan Desa Rapa Laok Kecamatan Omben. [sar/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar