Pendidikan & Kesehatan

Jadi Kluster, Pemkab Banyuwangi Karantina Pondok Pesantren

Banyuwangi (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memutuskan untuk melakukan karantina lokal terhadap pondok pesantren yang menjadi kluster baru penyebaran corona virus disease (Covid 19). Secara khusus pemkab setempat menempatkan mini hospital untuk percepatan penanganan para santri.

Rumah sakit mini ini dilengkapi sarana pemeriksaan lengkap untuk menunjang proses pemeriksaan kesehatan santri. “Mini hospital ini dilengkapi berbagai peralatan dan sarana pemeriksaan lengkap, hingga tim medis yang siaga setiap hari,” kata Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi dr Widji Lestariono, Jumat (28/8/2020).

Rio menginstruksikan agar tim kesehatan dari sejumlah Puskesmas yang lokasinya dekat dengan ponpes itu juga telah dijadwalkan secara bergantian untuk berjaga di mini hospital. “Setiap hari ada dokter dan perawat yang berjaga di sana. Tentu dengan mengunakan alat pelindung diri (APD) untuk menjaga keselamatan mereka,” ujar dr. Rio.

Jumlah pasien konfirmasi positif Covid 19 di Banyuwangi terus meningkat. Hingga hari ini, total jumlah itu mencapai 341 orang, 9 di antaranya meninggal. Sementara 84 di antaranya dinyatakan sembuh.

Miningkatnya jumlah pasien positif ini hampir mayoritas berasal dari kluster pondok pesantren. “Hari ini total dari santri pondok pesantren ada tambahan 100 orang, jadi total dari santri 210 orang positif,” pungkasnya. (rin/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar