Pendidikan & Kesehatan

ITS Kembangkan Potensi Daerah Lewat Pemanfaatan Limbah Olahan Ikan

Surabaya (beritajatim.com) – Era pandemi bukanlah halangan bagi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk terus berkontribusi dalam mengatasi permasalahan di masyarakat. Kali ini, ITS mengembangkan potensi daerah lewat pemanfaatan limbah olahan ikan.

Hal itu sebagai program kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Pengabdian kepada Masyarakat (Abmas) melalui Pusat Studi Pengembangan Potensi Daerah dan Pemberdayaan Masyarakat (PDPM) ITS.

Dr Ir Endah Mutiara Marhaeni Putri MP MSi sebagai ketua tim yang terdiri dari dosen dan mahasiswa ITS ini menyampaikan, pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan pelatihan dan penelitian pengolahan nugget ikan. Serta konversi limbah olahan ikan menjadi pupuk organik cair. “Hal ini dilatarbelakangi oleh permasalahan dan potensi yang ada di Desa Pliwetan, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban,” terangnya.

Desa Pliwetan merupakan salah satu wilayah dengan sumber daya alam yang melimpah di sektor perikanan, sehingga sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai nelayan. Hasil olahan ikan pindang yang biasanya dibuang dan dibiarkan menumpuk ini dapat berdampak negatif bagi lingkungan. “Karena masih belum ada proses pemanfaatan limbah secara lebih lanjut,” imbuh Endah.

Padahal, lanjut Endah, limbah hasil olahan ikan mengandung banyak sekali zat yang bermanfaat seperti protein, minyak lemak dan kadar garam. Sehingga perlu adanya edukasi mengenai potensi dari pemanfaatan limbah ikan tersebut. Maka dari itu, tim ITS menjawab permasalahan tersebut melalui program Abmas ini

Program Abmas ini diawali dengan pembuatan produk berupa nugget ikan dan pupuk cair organik dari limbah olahan ikan. Selanjutnya, produk yang dihasilkan diuji laboratorium untuk mengetahui zat- zat yang terkandung dalam produk.

Untuk produk nugget ikan dengan variasi ikan tenggiri dan ikan tongkol sudah memenuhi persyaratan mutu SNI 7758:2013 tanpa uji vibrio, filth, dan sensori. Sedangkan pada produk pupuk cair sudah memenuhi persyaratan standar kualitas kompos SNI 19-7030 2004.

Endah menjelaskan bahwa sasaran utama masyarakat pada Abmas kali ini yaitu ibu rumah tangga, karena diharapkan agar dapat memproduksi nugget ikan. “Serta melibatkan para pemuda untuk turut serta membantu dalam pengolahan limbah olahan ikan menjadi pupuk cair,” ungkap dosen Departemen Kimia, Fakultas Sains dan Analitika Data ITS ini.

Selain itu, tambah Endah, masyarakat juga diberikan pelatihan tentang cara memasarkan produk yang dihasilkan. Setelah dilakukan pelatihan, program dilanjutkan dengan pemasangan alat atau produk berupa reaktor pengolahan limbah. “Antusias tinggi masyarakat dapat dilihat pada saat kegiatan pelatihan dan pemasangan alat bersama-sama,” tambah Endah.

Endah menuturkan, dengan adanya program Abmas ini, masyarakat Desa Pliwetan diharapkan dapat mengolah hasil laut dengan nilai ekonomi tinggi. Serta masyarakat mampu untuk memasarkan produk yang dihasilkan. “Hal ini guna meningkatkan kegiatan ekonomi masyarakat,” pungkasnya. [adg/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar