Pendidikan & Kesehatan

ITB, Itera, dan IAU Gelar Workshop

Bandung (beritajatim.com) – Metode pengajaran astonomi mengalami banyak perubahan. Para astronom terus mengembangkan metode baru pendidikan astronomi.

“Metode baru pendidikan astronomi perlu disosialisasikan kepada para guru dan semua pihak yang berkecimpung dalam pendidikan astronomi di sekolah dasar dan menengah, ” kata Hakim Luthfi Malasan, pakar astronomi ITB Bandung dalam siaran pers yang diterima beritajatim.com, Rabu (19/8/2020).

Dalam rilis yang diterima redaksi, Rabu (19/8), Hakim Luthfi menjelaskan ITB (Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Itera (Institut Teknologi Sumatera) didukung IAU (International Astronomical Union (IAU) berkolaborasi menggelar workshop astronomi tiga hari pada 21 – 23 Agustus 2020. “Workshop bertajuk Network for Astronomy Education (NASE) 2020 ini dilaksanakan dengan sistem daring,” katanya.

Selain workshop, ujar Hakim Luthfi, kegiatan NASE 2020 juga diisi dengan perkuliahan dan working group. Perkuliahan dijadwalkan berlangsung 4 sesi, workshop 10 sesi, dan working group 2 sesi. “Jadi kegiatan ini bersifat teori dan praktik,” jelas Koordinator IAU NASE 2020 ini.

Menurut Hakim Luthfi, sesi perkuliahan meliputi Sejarah Perkembangan Astronomi, Kehidupan dan Evolusi Bintang, Kosmologi dan Tata Surya. Kuliah 4 topik itu diampu oleh para dosen ITB. Bersama Hakim Luthfi, ada Aprilia, Chatief Kunjaya dan Endang Soegiartini yang memberi perkuliahan.

Adapun 10 sesi workshop, kata Hakim, membahas aneka topik astronomi yang menarik. Topik-topik itu meliputi Horizon Lokal dan Jam Matahari; Peraga Bintang, Matahari dan Bulan; Studi Gerhana Bulan dan Gerhana Matahari; Bintik Matahari dan Spektrum Matahari; Pengembangan Alam Semesta; Astronomy Beyond The Visible; Planets and Exoplanets; Life of Stars; and Astrobiology. Topik-topik itu dipandu oleh dosen-dosen dari ITB, Itera, dan Presiden IAU NASE, Rosa M Ross, dari Spanyol. “Kemudian ada dua sesi working group. Kegiatan ini berisi diskusi Persiapan Observasi Astronomi dan Situs-situs Arkeoastronomi yang terdapat di Indonesia,” katanya.

Dijelaskan, melalui kegiatan ini, NASE 2020 menyediakan fasilitas bagi para peserta untuk membuat alat-alat praktikum. Alat-alat ini diharapkan dapat mendukung para guru saat memberikan pengajaran di kelas.

“Selain itu, NASE 2020 juga mempromosikan proses belajar aktif dalam bidang astronomi. Caranya dengan melakukan praktik-praktik menggunakan alat peraga yang dapat dibuat sendiri,” demikian Hakim Luthfi. (kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar