Pendidikan & Kesehatan

Islamic Center Pamekasan Jadi Alternatif Rujukan Pasien Covid-19

Pamekasan (beritajatim.com) – Tiga rumah sakit rujukan pasien Coronavirus Disiase 2019 di Kabupaten Pamekasan, tidak cukup ruang untuk menampung banyaknya jumlah pasien positif Covid-19 yang menjalani proses isolasi khususnya dalam beberapa hari terakhir.

Tiga rumah sakit rujukan tersebut meliputi RS Moh Noer, RSUD dr Slamet Martodirdjo, serta RSUD Waru. Ketiga rumah sakit tersebut dijadikan sebagai rumah sakit rujukan untuk menangani pasien positif Covid-19, khususnya di kabupaten Pamekasan.

“Saat ini kepasitas ruang isolasi pasien Covid-19 di RSUD Smart (Slamet Martodirdjo), RS Moh Noer dan RSUD Waru sudah penuh. Bahkan setiap harinya ada sekitar 10 pasien pulang karena permintaan sendiri, ada juga ditolak karena ruang isolasi penuh,” kata Ketua Satgas Penanganan Covid-19 RSUD Smart Pamekasan, dr Syaiful Hidayat, Selasa (22/12/2020).

Disinggung soal keluhan masyarakat terkait pasien positif Covid-19 yang tidak dapat dirawat di rumah sakit rujukan, pihaknya menyampaikan jika hal itu akibat penuhnya kapasitas bed rumah sakit. “Selama ini dalam satu ruang diisi dua pasien, itupun dengan persetujuan pasien. Begitu juga di rumah sakit rujukan lainnya,” ungkapnya.

“Solusi yang kita siapkan akibat penuhnya kapasitas rumah sakit rujukan, yaitu dengan menyiapkan Islamic Centre di Jl Raya Panglegur, Tlanakan, dijadikan sebagai alternatif masa perawatan maupun isolasi bagi pasien dengan gejala ringan. “Hingga saat ini di Islamic Centre sudah terisi tujuh pasien dari kapasitas 30 bed yang ada,” jelasnya.

Selain itu pihaknya menilai ruang isolasi di Islamic Center Pamekasan juga sudah diatur sesuai prosedur, sehingga tidak mengganggu pusat layanan publik (MPP) Pemkab Pamekasan. “Selanjutnya kami akan melakukan rapat untuk membuka ruang baru untuk isolasi, sekaligus penambahan tenaga relawan,” sambung Syaiful Hidayat.

“Perlu kami sampaikan juga, bahwa virus corona ini sangat berbahaya khususnya bagi orang-orang yang beresiko dengan penyakit bawaan. Jadi meninggalnya pasien Covid-19 itu bukan karena penyakit bawaan seperti kencing manis dan sebagainya, tetapi virus corona memperparah kondisi tubuh karena langsung menyerang paru-paru,” pungkasnya.

Berdasar update sebaran virus corona yang dikeluarkan Tim Satgas Penanganan Covid-19 Pamekasan, terdata sebanyak 646 orang dinyatakan positif. Meliputi sebanyak 164 orang dalam tahap isolasi, 55 orang meninggal dunia, serta sebanyak 427 orang lainnya dinyatakan sembuh.

Sementara untuk status suspect terdata sebanyak 1096 orang, meliputi sebanyak 43 orang dalam tahap pengawasan intensif, 77 orang meninggal dunia, serta 976 orang lainnya dinyatakan selesai alias Negatif Covid-19. [pin/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar