Pendidikan & Kesehatan

Ironis, Usia Koruptor di Indonesia Makin Muda

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang (dok Humas Unej)

Jember (beritajatim.com) – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang mengatakan, korupsi tak hanya dilakukan orang-orang berusia tua tapi juga muda. Inilah yang menyebabkan KPK merasa perlu bekerjasama dengan perguruan tinggi untuk melawan korupsi.

“Saat ini koruptor yang ditangkap oleh KPK sudah mendekati angka seribu orang. Mirisnya lagi usia pelaku korupsi makin muda, bahkan melibatkan keluarga,” kata Situmorang, dalam kuliah umum bertema Integritas Pemuda Sebagai Pemimpin Pemberantasan Korupsi di Indonesia, di Gedung Soetardjo, Universitas Jember, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat (30/8/2019).

KPK bersama perguruan tinggi berkolaborasi melaksanakan tiga tahapan strategi pencegahan korupsi.
1. Membangun kesadaran bagi mahasiswa baru.
2. Meningkatkan pemahaman bagi mahasiswa dengan cara memasukkan pendidikan anti korupsi dalam mata kuliah yang sudah ada, atau menjadi mata kuliah pilihan.
3. Memberikan motivasi dan bekal bagaimana mencegah korupsi bagi mahasiswa yang akan lulus.

Strategi ini harus dijalankan sebagai bagian dari implementasi lima tugas pokok KPK. Menurut Situmorang, dari lima tugas pokok KPK, empat tugas lebih bersifat pencegahan, hanya satu yang penindakan. “Oleh karena itu KPK terus memberikan perhatian kepada bagaimana mencegah korupsi melalui perbaikan sistem, meningkatkan peran serta masyarakat, dan pendidikan anti korupsi,” katanya.

Situmorang menegaskan, pendidikan anti korupsi ini wajib diberikan sejak usia dini. “KPK sudah menyusun kurikulum pendidikan anti korupsi dari jenjang TK hingga perguruan tinggi. Namun tentu saja pendidikan anti korupsi ini adalah program jangka panjang,” katanya. [wir/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar