Pendidikan & Kesehatan

Institut Sarinah Usulkan Gerakan Menabung untuk Siswa PAUD

Eva K Sundari saat membuka Sosialisasi buku “Pancasila untuk Tunas Bangsa dan Pendidikan Literasi Keuangan untuk Sila Keadilan Sosial” via zoom meeting, Sabtu (29/11/2020).

Kediri (beritajatim.com) – Institut Sarinah (InSari) menyelenggarakan sosialisasi buku “Pancasila untuk Tunas Bangsa dan Pendidikan Literasi Keuangan untuk Sila Keadilan Sosial” bagi para bunda Paud di Kabupaten dan Kota Kediri. Acara yang dilaksanakan secara daring ini dihadiri 90 lebih peserta melalui zoom, IG maupun Youtube @Institut Sarinah.

Direktur InSari, Eva K Sundari bertindak sebagai moderator bagi 3 narasumber yaitu Dewi Maria Ulfa – cawabup Kediri yang menggantikan cabup Hanindhito Pramana yang berhalangan hadir, Ruakhila Diniyah anggota FPDIP DPRD Kab Kediri dan A. Purbasari, penulis buku dan dosen UI.

Sebelumnya, InSari telah membagikan 2000 buku “Pancasila untuk Tunas Bangsa” untuk para bunda Paud di Jawa Timur dan mulai melakukan tutorial daring untuk mereka yang rencananya akan dilaksanakan 8 kali.

“Sesuai dengan misi InSari maka pengajaran nilai-nilai Pancasila harus menjawab tantangan jaman yaitu perlunya membentuk warga yang cerdas mengelola raga, mental, emosional dan spiritual,” jelas Eva Sundari dalam sambutannya, Sabtu (29/11/2020).

Dia juga menjelaskan bahwa sesuai moto InSari (Pejuang Pemikir – Pemikir Pejuang) maka hasil pemikiran-pemikiran InSari dalam buku “Pancasila untuk Tunas Bangsa” harus pula dipraksiskan demi menciptakan kemajuan-kemajuan di masyarakat.

Dewi Maria Ulfa menyambut baik program InSari dengan para bunda Paud yang disertai pula penyerahan Naskah Akademik dan Draft Perda Pendidikan Karakter Berbasis Pancasila.

“Insyallah saya dan mas Dhito akan mempertimbangkannya sebagai program legislasi dalam pemerintahan kami mendatang. Apalagi usulan InSari ini sejalan dengan aspirasi banyak pihak termasuk para guru di Kediri,” kata Cawabup Kediri Dewi Maria Ulfa.

Sementara itu baleg FPDIP DPRD Kab Kediri, Ruakhila Diniyah juga menyatakan lega dengan adanya pelatihan untuk para bunda PAUD terkait pengajaran nilai-nilai Pancasila. “Sudah lama kita menyadari pentingnya pengajaran Pancasila untuk usia dini, Alhamdulillah hari ini InSari menunjukkan bagaimana melakukannya di PAUD,” ujarnya.

Ruakhila juga berjanji akan membawa Naskah Akademik dan Draft Perda Pendidikan Karakter Berbasis Pancasila ke rapat Fraksi PDIP sebagai usulan resmi Fraksi PDIP Kab Kediri.

Aqnes Purbasari mengajak para bunda Paud untuk memulai gerakan Rajin Menabung sebagaimana gagasan InSari untuk para siswa Paud. “Ajari siswa untuk produktif, jangan konsumtif. Kita ajak untuk mencintai proses bahwa menjadi besar atau kaya membutuhkan kerja keras, ketabahan, kesabaran, dan kegigihan,” jelasnya.

Ia meminta kita menghargai koin-koin dengan menabungnya di celengan siswa di rumah atau sekolah PAUD. Para bunda dan orang tua kemudian bisa bermusyawarah untuk penggunaannya kelak misalnya untuk kebaikan pribadi, kelompok atau sosial.

Respon positif ditunjukkan oleh para peserta dan sebagian meminta InSari melakukan pembinaan rutin untuk para bunda PAUD Kediri. “Materi luar biasa, kami pasti akan berikan ke anak didik setelah pandemi usai. Sementara ini, untuk mendidik anak-anak saya dulu,” tulis Bunda Ninik Tri Rahayu dari PAUD PKK Mejono, Plemahan.

Sementara Bunda Fitri Hanany dari SPS Tapos Plongko, Pare menulis “Tema bagus, bermanfaat. Semoga ada lagi program seperti ini untuk Paud Kediri.”

Selain pelatihan daring untuk bunda Paud di Kediri, InSari juga akan melakukan pelatihan yang sama untuk para bunda Paud di Trenggalek dan Tulungagung (1/12/2020), untuk Kab dan Kota Blitar (2/12/2020), Magetan dan Tulungagung (5/12/2020), dan Malang Raya (7/12/2020).

Organisasi InSari yang berfokus pada program Nation and Character Building berharap upaya kultural pembumian Pancasila di dunia pendidikan tingkat PAUD bisa dilanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. [asg/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar