Pendidikan & Kesehatan

Insentif Nakes Kota Malang Belum Terbayarkan Sejak September 2020

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Sri Winarni.

Malang (beritajatim.com) – Tenaga Kesehatan (Nakes) di Kota Malang belum mendapat insentif perawatan pasien Covid-19 sejak September 2020 lalu. Sekira 281 nakes ini baru mendapat insentif sejak awal pandemi hingga Agustus 2020 saja.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Sri Winarni mengatakan, rata-rata per bulan besaran insentif para nakes mencapai Rp1 miliar. Jika belum terbayarkan sejak September tahun lalu. Maka total insentif untuk nakes di Kota Malang yang belum terbayar sebesar Rp5 miliar karena belum terbayarkan 5 bulan.

“September sampai Desember sedang diusulkan mekanismenya ke Kementerian Kesehatan. Rata rata per bulan 281 nakes. Rata-rata insentif per bulan Rp1 miliar,” ujar Sri Winarni, Jumat, (19/2/2021).

Sri Winarni mengungkapkan, besaran insentif untuk para nakes masing-masing besarannya berbeda. Semuanya telah diatur oleh Kementerian Kesehatan. Dinas Kesehatan hanya melakukan pendataan.

Di Kota Malang meski insentif belum terbayarkan, Sri Winarni mengklaim tidak ada gejolak dari para nakes. Sehingga Dinkes Kota Malang saat ini memilih memasukan indikator nakes penerima insentif melalui aplikasi milik Kemenkes RI.

“Tidak ada gejolak apa-apa, jadi tidak perlu diredam. Sejak Desember masing-masing nakes melalui puskesmas memasukan semua indikatornya, yang harus masuk di dalam aplikasi insentif Nakes itu dari Kemenkes,” tandasnya. [luc/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar