Pendidikan & Kesehatan

Tetap Junjung Tinggi Kode Etik Jurnalistik

Insan Pers Diminta Jadi Pendingin Suasana

Pamekasan (beritajatim.com) – Rektor Institut Agama Islam (IAI) Al-Khairat Pamekasan, Abdul Muin berharap agar pers menjadi penggerak sekaligus pelopor dalam mendinginkan suasana seputar cepatnya arus informasi di era digital seperti saat ini.

Hal itu disampaikan saat memberikan sambutan dalam kegiatan silaturrahmi wartawan yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP) di ruang meeting IAI Al-Khairat Pamekasan, Jl Raya Palengaan (Palduding) Nomor 2 Pamekasan, Sabtu (7/3/2020).

“Kita akui bahwa insan pers sangat memberikan manfaat bagi institusi, bagi bagi kelompok maupun perorangan. Hal itu tentunya tidak lepas dari kerja keras para insan pers, khususnya di kabupaten Pamekasan,” kata Rektor IAI Al-Khairat Pamekasan, Abdul Muin.

Namun pihaknya juga meminta agar para insan pers tetap menjunjung kode etik jurnalistik dalam menjalankan tugas pokok di lapangan. “Tidak kalah penting pers juga harus selalu menyajikan berita berimbang dan mendidik, serta harus bisa mendinginkan suasana,” pintanya.

Hal tersebut tentunya tidak lepas dari cepatnya informasi publik di era disrupsi seperti saat ini, apalagi saat ini berbagai informasi dengan cepat dan mudah didapat sekaligus menjadi konsumsi publik. “Jadi insan pers harus tetap independen sesuai dengan kode etik, pemberitaan harus sesuai dengan fakta,” jelasnya.

Dari itu pihaknya menyampaikan rasa terima kasih kepada para jurnalis Pamekasan, yang menyempatkan diri silaturrahmi bersama lembaga yang dipimpinnya. “Kita harapkan kerjasama ini semakin solid, sekaligus menjadi awal yang baik kedepan,” ungkapnya.

Sementara Ketua AJP, Miftahol Arifin menilai kerjasama tersebut sesuai dengan profesi jurnalis melalui program pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). “Kemitraan ini merupakan upaya untuk merealisasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, apalagi hal ini sesuai dengan profesi kami sebagai jurnalis dari sektor pengembangan SDM,” kata Miftahol.

“Kami akui selama ini hasil riset di perguruan tinggi sangat jarang dipublikasikan, padahal masyarakat sangat perlu untuk mengetahui hasil riset dari para dosen maupun mahasiswa,” sambung jurnalis yang tercatat sebagai Kabiro Kabar Madura, Pamekasan.

Tidak hanya itu, silaturrahmi tersebut juga dimaksudkan untuk mewujudkan budaya literasi di daerah berslogan Bumi Gerbang Salam. “Tidak kalah penting dari itu semua, kami juga memiliki komitmen untuk menguatkan budaya literasi di Pamekasan. Apalagi produk jurnalistik juga dapat menjadi jalan untuk mewujudkan itu,” pungkasnya. [pin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar