Pendidikan & Kesehatan

Inovasi Mahasiswa UMS, ‘Detektif Singkong’ Uji Kandungan Merkuri dalam Kosmetik

Surabaya (beritajatim.com) – Aisyah, mahasiswa D3 Analis Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMS) bersama ke dua orang temannya berhasil menciptakan detektor merkuri pada produk kosmetik yang diberi nama Detektif Singkong.

Detektif Singkong ini memanfaatkan singkong untuk mendeteksi bahaya kosmetik yang mengandung merkuri. Untuk membentuk adanya merkuri pada kosmetik dengan menggunakan singkong adalah penelitian dengan metode analisa kuantitatif, dengan ekstrak singkong yang sudah didestilasi sebagai pereaksi.

Metode yang digunakan cukup sederhana, yakni mencampurkan pereaksi dengan produk kosmetik yang ingin diperiksa. Jika terjadi perubahan warna menjadi hitam, maka produk tersebut positif mengandung merkuri. Warna hitam terbentuk karena adanya reaksi antara sianida (ekstrak singkong) dan merkuri pada kosmetik.

Manfaat dari produk ini adalah untuk mengetahui apakah kosmetik yang digunakan masyarakat mengandung merkuri atau tidak, sehingga masyarakat dapat lebih selektif dalam memilih produk kosmetik yang ingin digunakan.

Produk Detektif Singkong ini sudah didaftarkan untuk permohonan paten dan masih proses review. Aisyah mengatakan, penelitian ini berdasarkan keresahannya terhadap banyaknya kosmetik yang mengandung merkuri. “Dulu pernah praktek kandungan singkong ternyata di singkong ada kandungan sianidanya. Dan sianida itu bereaksi dengan merkuri. Jadi ya kami rasa inovasi ini bisa dibuat,” ujarnya.

Ia pun berharap produk inovasinya dapat dipasarkan berdampingan dengan produk kosmetik. Agar para konsumen bisa merasa tidak khawatir atas produk kosmetiknya.

Rektor UMS, Dr. dr. Sukadiono, M.M memberikan apresiasi kepada mahasiswa yang telah melahirkan produk inovasi. Menurutnya, mahasiswa tidak boleh berhenti untuk berinovasi. Karena, salah satu ciri mahasiswa itu harus berani memulai menciptakan karya-karta terbarunya.

“Salah satu tugas mahasiswa adalah melakukan berinovasi. Mahasiswa harus bisa membudayakan berpikir inovatif, itulah mengapa kampus kita punya tagline Kampus sejuta inovasi, agar mahasiswa tertarik dan mencurahkan waktunya untuk berkarya,” tutur Suko, panggilan akrab Rektor UMS.

“Saya sangat mengapresiasi hadirnya produk-produk inovasi dari mahasiswa analis ini, semoga dapat memotivasi mahasiswa lain untuk berkarya,” pesan Rektor UMS. [kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar