Pendidikan & Kesehatan

Inilah Tiga Kandidat Kuat Calon Dekan FIA Universitas Brawijaya

Ketua Panitia Penjaringan dan Pemilihan Dekan FIA UB, Dr Hermawan MSi.

Malang (beritajatim.com) – Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) sedang melakukan pesta demokrasi pemilihan calon dekan pengganti Prof. Dr. Bambang Supriyono, MS yang akan berakhir pada 6 Juni 2021.

Ada tiga dosen yang maju bersaing. Mereka adalah Ketua Jurusan Administrasi Publik Andy Fefta Wijaya, MSA., Ph.D, Kaprodi S2 Administrasi Publik 2016-2020 Dr. Irwan Noor, MA., dan Ketua Lab. Governance Dr. M.R. Khairul Muluk, M.Si.

Sebelumnya, Panitia Penjaringan dan Pertimbangan telah melakukan seleksi administratif terhadap dosen FIA UB yang memenuhi semua persyaratan sebagaimana diatur dalam Peraturan Senat no. 140 Tahun 2021 tentang Penjaringan Calon Dekan FIA UB Periode 2021-2025. Tiga orang itulah yang akan maju memperebutkan posisi dekan.

“Kampanye terbuka secara daring pada Selasa 30 Maret 2021. Sementara pemungutan suara akan dilakukan Kamis 1 April 2021. Awalnya ada lima kandidat kemudian terseleksi jadi 3 orang,” kata Ketua Panitia Penjaringan dan Pemilihan Dekan FIA UB, Dr Hermawan MSi, Senin (29/3/2021).

Hermawan mengatakan, dalam situasi pandemi Covid-19. Pemilihan Dekan FIA UB kali ini akan dilaksanakan dengan menggunakan dua metode yakni Drive Thru (Layanan Tanpa Turun dari kendaraan) dan Walk In (memilih di dalam bilik).

Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) sedang melakukan pesta demokrasi pemilihan calon dekan.

Menurutnya, keputusan ini merujuk Peraturan Rektor yang melarang dilakukan pemilihan secara daring (e-vote) meski saat ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19 yang harus memenuhi protokol kesehatan. Oleh karena itu setelah melalui berbagai diskusi dan pertimbangan Panitia Penjaringan dan Pemilihan Dekan FIA UB akhirnya memutuskan pemungutan suara pemilihan Dekan FIA dilakukan dengan Drive Thru dan walk in.

“Meskipun kami mempunyai pengalaman e-voting, tapi kami tidak diizinkan. Pemilihan akan digelar secara langsung, bukan e-voting. Tapi tetap aman dan sesuai protokol Covid-19,” tandas Hermawan. [luc/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar