Pendidikan & Kesehatan

Inilah List Panjang Penelitian dan Produk Penanganan Covid-19 Unair

Surabaya (beritajatim.com) – Dies Natalis ke-66 Universitas Airlangga dihiasi dengan gemerlap inovasi yang dapat dijadikan sebagai alat atau senjata penganggulangan Covid-19 yang selama 8 bulan telah melanda Indonesia.

Dipimpin langsung oleh Rektor Unair Prof Muh Nasih, Senin (9/11/2020), selain diadakan Sidang Umum Rektor, Prof Nasih juga memaparkan sebanyak 23 Produk Riset dan Teknologi Unair dalam upaya penanggulangan Covid-19.

“Pada ulang tahun yang ke 66 yang juga berada dalam situasi pandemi Covid-19. Tentunya beberapa pihak merasakan ini sebagai cobaan, tetapi bagi Unair pandemi ini tantangan sekaligus peluang membuktikan diri dan menorehkan prestasi dan turut serta dalam menangani Covid-19,” ungkap Prof Nasih.

Produk-produk penanggulangan Covid-19 yang dipublikasikan tersebut adalah;
– Unairsanitaizer, produk cairan disinfektan yang aman dan ramah lingkungan berbasis Anolyte.
– Chamber, berbasis Anolyte Disinfektan untuk bilik sterilisasi
– Safety Goggles, Faceshield Buatan Unair.
– 3 Kombinasi Obat, yakni; Kombinasi I Lopinavir/Ritonavir (Aluvia) + Doxycycline (Doxicor), Kombinasi II Lopinavir/Ritonavir (Aluvia) + Azithromycin (Zithromax), Kombinasi III Hydroxychloroquine (Hyloquin) + Azithromycin (Zithromax).
– Vaksin Oral V-7, Vaksin oral untuk influenza dan TB (yang jauh lebih baik dari pada BCG) yang sedang dalam proses registrasi akhir di BPOM.
– Vaksin HAP-V, Produk vaksin influenz dan telah mendapat ijin edar di Luar Negeri. Diproduksi oleh kerjasama Immunitor Co. (Canada) dan Pravitna (Thailand). Saat ini dalam tahap akhir di BPOM. Akan diuji klinik di Jawa Tengah dan Surabaya/Unair. Uji efek Hap-V plus pada COVID-19 di ITD.
– Genius, Produk vaksin anti-TB yang dikembangkan menjadi vaksin MG-1V vaksin anti influensia. Vaksin oral, sebagai sumbangsih dalam penanganan Covid.
– Reagent(Plus), yang bisa memotong tahapan rantai uji PCR, mengurangi waktu untuk uji PCR, menjadi 1-2 Jam bisa diketahui.
– Vaksin Merah Putih, berbasis Adenovirus Adeno-Associated Virus(AAV) dan Peptide.
– Obat Pengembangan Baru Unair-3, saat ini masuk tahap 3 bekerjasama dengan Bio Farma.
– Stem cell, pengembangan dengan mekanisme antiviral. Saat ini Persiapan clinical trial hematopoetic untuk covid-19 dengan derajat sedang dan berat.
– Stem Cell non-Covid, Produk Anti-Aging.
– Airlangga robot triage assistance (Arta).
– Drone medis, mengantarkan banyak hal, pengiriman obat.
– Isyana (intregrated sprayer and data Acquistion), drone darat sebagai agen desinfeksi area serta sistem pengawasan.
– Airfeel, sistem stasiun cuaca untuk mendeteksi kualitas cuaca.

Prof Nasih pun menghighlight tentang kombinasi obat yang dapat diberikan kepada pasien Covid-19, ia pun menghimbau kepada para dokter lulusan Unair dan dokter yang berkerja di Rumah Sakit Unair bisa menggunakan kombinasi obat tersebut.

“Sudah dipatenkan 3 kombinasi obat utama, secara i vitro sudah diuji efektivitasnya. Kombinasi obat ini pun bisa digunakan untuk mengatasi gejala sedang atau ringan pasien Covid agar tidak menjadi berat. Kami menghimbau dan mengajak dokter dokter lulusan Unair dan yang ada di RS Unair untuk mematuhi tatalaksana penanganan Covid dan menggunakan obat untuk penanganan pasien Covid, sehingga kombinasi obat tersebut bisa digunakan. Terlebih obat kami sudah di uji invitro dan direkomendasi kan oleh Persatuan Dokter Paru Indonesia,” tukas Prof Nasih.[adg/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar